Surat Suara Terlambat, Pencoblosan di Rutan Pajangan Tertunda 3 Jam

Petugas KPPS bersama PPK Kecamatan Pajangan sedang menghitung surat suara tambahan yang baru datang sebagian di TPS 044 Rutan Pajangan, Rabu (16/4/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
17 April 2019 12:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL -Pencoblosan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Bantul atau Rutan Pajangan harus tertunda sekitar tiga jam karena surat suara telat datang. Pencoblosan baru dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepala Rutan Pajangan, Soleh Joko Sutopo membenarkan tertundanya proses pencoblosan.

"Sebenarnya semua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara [KPPS] sudah siap sejak pukul 07.00 WIB tapi belum bisa dimulai karena baru ada dua lembar surat suara," kata Soleh aat ditemui di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 044 dalam Rutan Pajangan, RabU (17/4/2019).

Dua lembar surat suara tersebut untuk datfar pemilih tetap (DPT) yang jumlahnya hanya satu orang. Sementara 212 pemilih merupakan pemilih tambahan atau DPTb. Jumlah DPTb terdiri dari warga binaan dan petugas Rutan. Soleh mengatakan kekurangan surat suara masih diusahakan oleh PPK.

Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan Pajangan, Miftakhul Khasanah mengatakan kekurangan surat suara di TPS 044 masih dicarikan dari sejumlah TPS sekitar Desa Guwosari, Pajangan. Menurut dia, memang tidak ada jatah surat suara untuk DPTb karena DPTb hanya menggunakan surat suara cadangan 2% dari DPT. Kekurangan surat suara hanya bisa diambilkan kelebihan dari tiap TPS.

Pihaknya bersama PPS tidak bisa langsung bisa mengambil surat suara di TPS lain karena butuh proses membuat berita acara pengambilan surat suara dan penyerahan surat suara di tiap TPS, "Tiap TPS kami ambilkan sekitar lima persennya dari kelebihan surat suara yang ada," kata Miftakh.

Menurut dia, hampir tiap TPS di Guwosari ada kelebihan surat suara karena ada yang tidak memenuhi syarat (TMS) misalnya yang meninggal dunia.