Revolusi Industri 4.0, Akuntan Harus Beradaptasi dengan Perubahan

Ilustrasi wisuda mahasiswa. (Reuters - Fabian Bimmer)
25 April 2019 09:17 WIB Yogi Anugrah Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Kehadiran Revolusi Industri 4.0 menuntut profesi akuntan bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi.

Hal tersebut dikatakan Yohannes Handojo, GM in Finance and Accounting PT Djarum Kudus dalam seminar nasional bertajuk Creating Accountant’s Survival Strategies: Breaking Through the Industrial Revolution 4.0 yang diselenggarakan Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FBE UAJY) bekerja sama dengan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) cabang Yogyakarta

Yohannes mengatakan Revolusi Industri 4.0 merupakan tantangan sekaligus peluang bagi para akuntan. “Tergantung bagaimana kami menyongsongnya.Kalau tidak bisa survive dan menyesuaikan diri, tentu terancam hilang,” kata dia, Rabu (24/4/2019).

Tantangan akuntan profesional saat ini, kata dia, adalah bagaimana menjaga akuntabilitas berbagai model bisnis dalam perkembangan teknologi dan inovasi yang semakin kompleks.

“Karena itu, era digital tidak boleh diabaikan. Hal tersebut merupakan dampak dari teknologi. Para akuntan perlu menguasai teknologi informasi, meningkatkan leadership skills, dan teamwork, selalu belajar, berinovasi dan berkolaborasi,” kata dia.

Sekretaris Panitia Seminar Pratiwi Budiharta berharap dengan seminar tersebut mahasiswa yang hadir menjadi peserta bisa lebih terbuka pikirannya. Setelah lulus, mereka bisa beradaptasi dengan perubahan dan paham akan tantangan yang akan dihadapi.

“Karena ini langsung pembicaranya dari praktisi,” ujar dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta tersebut.

Selain Yohanes Handojo, hadir pula pembicara Partner KAP-PWC Jakarta, Yusron Fauzan dan dosen Prodi Akuntansi FBE UAJY Samiaji Saroso.