Kalah Dalam Pilur Ngoro-Oro, Sukasto Legawa dan Terima Hasil
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Rektor USD Johanes Eka Priyatma (memegang tali tirai) saat meresmikan Wisma Putat di Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kamis (25/4/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta meresmikan Wisma Putat di Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kamis (25/4/2019). Keberadaan wisma ini tidak hanya menunjang kegiatan civitas akademika USD, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara umum untuk kegiatan evaluasi, gathering hingga outbond.
Rektor USD, Johanes Eka Priyatma, mengatakan Wisma Putat tidak hanya berfungsi untuk melayani kegiatan di internal USD. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum untuk kepentingan di luar ruangan. “Wisma dibangun di tanah seluas 3.000 meter persegi hasil hibah dari Ibu Cristina Rahayu Mugiraharjo beberapa tahun lalu,” kata Eka kepada wartawan, Kamis.
Menurut dia, keberadaan wisma juga sebagai upaya untuk mendekatkan USD ke masyarakat. Di lokasi ini terdapat beberapa fasilitas mulai dari ruang pertemuan, outbond, tempat tidur hingga fasilitas dasar kamar mandi yang terus dijaga kebersihannya. “Tempat ini bisa digunakan untuk pengembangan pendidikan pelatihan hingga kapasitas kepemimpinan,” katanya.
Eka menjelaskan lokasi wisma sangat strategis karena letaknya berada di pinggir jalan raya. Meski demikian, ketenangan bisa dijaga karena lokasinya jauh dari permukiman warga sehingga pelaksanaan kegiatan pada malam hari dapat berjalan dengan baik. “Kami juga menyediakan tenda sehingga pengunjung bisa bermalam di alam bebas,” tuturnya.
Dia berharap keberadaan wisma bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat sekitar. Salah satunya sinergitas antara wisma dengan masyarakat dalam program pemberdayaan. “Misalnya ada yang ingin outbond, nanti akomodasi makanan atau trip yang disediakan bisa dari masyarakat sekitar,” katanya.
Untuk keamanan, Eka menjamin karena ada pengurus dan petugas keamanan yang berjaga di lokasi wisma. “Ada penjaganya sehingga pengunjung tidak perlu khawatir,” katanya.
Camat Patuk, Haryo Ambar Suwardi, berharap Wisma Putat bisa memberikan dampak terhadap perkembangan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar. Salah satunya warga bisa diberdayakan sehingga dapat ikut merasakan keberadaan wisma. “Di Putat banyak potensi seperti hasil olahan makanan hingga kerajinan. Harapannya hasil dari masyarakat bisa ditampilkan di wisma,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.