Gencarkan Pencegahan Pernikahan Dini

Ilustrasi pernikahan dini/Antara - JIBI
25 April 2019 11:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Masih adanya kasus perceraian dan pernikahan dini di Kulonprogo menjadi alasan Kementerian Agama Kulonprogo menyelenggarakan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin agar kedua hal itu bisa dihindari. Kegiatan ini dilangsungkan di Aula Menoreh Kantor Kemenag Kulonprogo, Rabu (24/4/2019).

Kepala Kemenag Kulonprogo Nurudin mengungkapkan dalam setahun sekitar 2.700 pasangan di Kulonprogo melangsungkan pernikahan. Dari jumlah itu, Pengadilan Agama mencatat angka perceraian mencapai 600 pasangan.

“Tentunya ini tidak sejalan dengan tujuan perkawinan,” ungkapnya, Rabu. Untuk pernikahan dini di Kulonprogo sekitar 50-an per tahun. Saat ini, Pengadilan Agama jarang mengabulkan dispensasi nikah di bawah umur.

Nurudin berharap dalam membangun rumah tangga, semua calon pengantin bisa meluruskan niat. Niat yang dia maksud yakni niat menikah karena ibadah sehingga masing-masing akan berusaha untuk selalu menjaga keharmonisan rumah tangganya.

Kepada calon pengantin, Nurudin mengimbau untuk saling jujur, terbuka, komunikasi, percaya, musyawarah. Selain itu, juga harus saling memahami dan saling memaafkan agar tercipta keluarga yang harmonis. “Rumah Tangga akan bahagia dengan empat hal, lisan yang selalu berdzikir, hati selalu bersyukur, sabar saat terkena musibah dan antara suami-istri bisa menjaga diri dan hartanya,” ujarnya.

Terkait dengan maraknya kasus perceraian di Kulonprogo, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDP2KB) Kulonprogo telah menerjunkan petugas ke daerah dengan tingkat kerawanan cerai yang tinggi. Salah satunya di wilayah Kecamatan Kalibawang.

“Sudah ada tim untuk memantau wilayah mana saja yang rawan, dengan begitu nanti bisa dibina jika ditemukan adanya rumah tangga yang kurang harmonis,” kata Kepala DPMDP2KB Kulonprogo, Sudarmanto.