Tirta Budi, Air Suci Diarak ke Blue Lagoon

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun (berkerudung) dan warga Dusun Dalem, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman menuangkan air Tirta Budi ke pemandian Blue Lagoon, Rabu (2/5/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
02 Mei 2019 22:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Warga Dusun Dalem, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak menggelar merti sumber Blue Lagoon yang berlokasi di dusun tersebut, Rabu (2/5/2019). Prosesi merti sumber tersebut diawali dengan ziarah ke makam leluhur, lalu kirab menuju ke Blue Lagoon sembari membawa tujuh buah kendi air yang oleh warga disebut dengan Tirta Budi.

Ketua Pengelola Desa Wisata Blue Lagoon, Suhadi mengatakan tema merti sumber kali ini adalah Wahyu Kolosebo. Merti sumber diakui dia adalah wujud syukur terhadap Tuhan lantaran sumber mata air Blue Lagoon telah memberikan manfaat bagi warga. “Karena selain untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk warga, Blue Lagoon juga telah mendatangkan sejumlah wisatawan yang turut mendongkrak perekonomian warga,” ucap dia ketika ditemui sesuai acara, Rabu.

Sekadar diketahui Blue Lagoon adalah objek wisata berupa tiga mata air yang berada di daerah aliran Sungai Tepus. Oleh warga, ketiga mata air itu diberi nama Sendang Wadon, Belik Kluwih, dan Sendang Lanang.

Sendang Wadon merupakan tempat pemandian para wanita, berada di dalam sebuah bilik dan berupa kolam kecil. Belik Kluwih dan Sendang Lanang berujud pancuran dengan air yang berasal dari dinding tepi kali. Air Belik Kluwih berkumpul dan membentuk sebuah kedung, sementara Sendang Lanang membentuk kolam kecil. “Kedung inilah yang akhirnya dijuluki sebagai Blue Lagoon,” ucap Suhadi.

Terkait dengan kendi Tirta Budi, dia menjelaskan kendi air Tirta Budi merupakan gabungan dari 11 sumber mata air yang berasal dari berbagai tempat. Di antaranya adalah sumur makam raja, dan para wali, air laut utara serta selatan. “Maknanya adalah menimba sebuah ilmu. Siapapun harus mengambil ilmu-ilmu yang bermanfaat dari para wali dan para pemimpin kita yang adil,” kata Suhadi.

Tak hanya mengarak kendi Tirta Budi, dalam merti sumber tersebut juga ada empat gunungan yang diperebutkan oleh warga. Keempat gunungan itu masing-masing adalah gunungan nasi wiwit, gunungan cara, gunungan sayuran, dan gunungan hasil bumi.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, mengatakan dengan digelarnya upacara adat tersebut dapat menjadi sarana dalam mempertahankan dan mengambangkan kebudayaan yang ada di Sleman. Dia berharap upacara adat tersebut dapat menjadi daya tarik sehingga dapat menarik wisatawan, karena menurutnya seni budaya merupakan salah satu daya tarik bagi wisatawan.

Selain itu, dia juga berharap sumber air yang ada di Blue Lagoon dapat selalu memberikan berkah kepada masyarakat yang ada sekitarnya. “Ini adalah doa dari kami semua. Semoga Blue Lagoon tetap memberikan berkah kepada warga,” kata dia.