Gunung Merapi Alami Luncurkan Lava Pijar Sejauh 650 Meter ke Arah Kali Gendol

Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dan lava pijar pada Senin (18/2/2019) pagi. Kondisi tersebut terpantau dari daerah Bimomartani, Ngemplak, Sleman. - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
09 Mei 2019 10:47 WIB Newswire Jogja Share :


Harianjogja.com, JOGJA-- Gunung Merapi mengalami satu kali guguran lava pijar keluar dari Gunung Merapi dengan jarak luncur 650 meter ke arah Kali Gendol pada Kamis (9/5/2019).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida melalui pernyataan resminya menyatakan satu kali guguran lava itu terpantau berdasarkan periode pengamatan melalui CCTV sejak Rabu (8/5) pukul 18:00 WIB sampai Kamis (9/5/2019) pukul 06:00 WIB.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan pada Kamis pukul 00:00-06:00 WIB, BPPTKG mencatat sejumlah kegempaan di antaranya satu kali gempa guguran dengan amplitudo 3 meter yang berlangsung selama 45.88 detik dan satu kali frekuensi rendah dengan amplitudo 2 mm selama 10.28 detik.

Pada periode itu, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.

Cuaca di gunung teraktif di Indonesia itu cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat, dengan suhu udara 14.5-20.1 derajat celcius, kelembaban udara 57-83 persen, dan tekanan udara 627.4-708 mmHg.

Hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada, dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari puncak Gunung Merapi.

Sumber : Antara