Tekan Harga, 1.200 Paket Sembako Disebar di 4 Desa

Ilustrasi petugas PT KAI Daop 6 Jogja memberikan paket sembako yang dibeli dengan harga murah kepada warga di lingkungan stasiun dalam rangkaian HUT ke-21 Kementrian BUMN yang digelar di Stasiun Tugu Jogja, Kamis (4/4)./Harian Jogja - Desi Suryanto
09 Mei 2019 14:27 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI -- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunungkidul memberikan paket sembako saat menggelar operasi pasar pada Senin (29/4/2019) dan Selasa (30/4/2019). Operasi pasar digelar guna menekan berbagai harga kebutuhan pokok yang merangkak naik dengan menyasar empat desa masing-masing mendapatkan 300 paket sembako.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Gunungkidul, Yuniarti Ekoningsih,mengatakan ada empat desa yang sudah diberi paket sembako antara lain Watusigar dan Jurang Jero, Kecamatan Ngawen; serta Bleberan dan Dengok di Kecamatan Playen. "Hari pertama di Ngawen dan hari kedua di Playen," ujar Yuniarti kepada wartawan, Rabu (8/5/2019)

Setiap desa mendapat 300 jatah paket sembako, dikatakan Yuniarti, setiap paket ditebus seharga Rp65.000 yang isinya beras 2,5 kilogram, gula pasir satu kilogram, minyak satu liter, telur satu kilogram, dan ayam potong setengah kilogram. Menurutnya, operasi pasar dilakukan pada hari besar dan keagamaan.

"Jelang lebaran juga bakal dipantau termasuk sembako," imbuhnya.

Disinggung soal harga bawang putih yang masih mahal, pihaknya menunggu instruksi dari Disperindag provinsi terkait dengan operasi pasar. Sebelumnya diberitakan, provinsi DIY mendapat jatah bawang putih impor sebanyak 30 ton.

Sekadar diketahui, pada awal tahun ini pemerintah mengimpor 115 ribu ton bawang putih guna menstabilkan harga di pasaran.