Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Moerwanto/Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Di tengah kesibukannya melayani masyarakat, Moerwanto tak lupa untuk tetap dekat dengan keluarga. Lurah Gunungketur, Kecamatan Pakualaman, Kota Jogja, ini tidak sungkan terbuka dengan ketiga anak-anaknya dalam hal apapun. Tujuannya, agar anak juga ikut berpikir dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.
"Saya tidak pernah memaksakan kehendak kepada anak-anak. Semua saya beri kebebasan, hanya saja saya tekankan agar setiap pilihan yang diambil harus dipilih secara bertanggung jawab," kata suami Catarina Issri Putranti Hendrayanti itu saat ditemui Harian Jogja, Selasa (21/5/2019).
Berkat kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan, kini ketiga anaknya, Rosa; Regina dan Rafael, bisa hidup mandiri. Rosa mampu kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan UGM, sementara Regina berlabuh di ISI Jogja melalui jalur undangan. Adapun si bungsu, Rafael masih belajar di SMP. Prestasi belajar ketiga anaknya pun tergolong bagus.
"Ketiga anak saya punya hobi berbeda. Regina suka musik, Rafael suka bola. Saya bilang ke Rafael, kalau suka bola ya pelajarannya tidak boleh ketinggalan. Kamu harus bertanggung jawab dengan pilihanmu," kata lelaki kelahiran 1962 itu.
Apa yang diterapkan di keluarganya juga diejawantahkan selama memimpin masyarakat. Sejak awal menjadi PNS di Pemkot Jogja, Moerwanto sudah akrab dengan kehidupan warga. Di Gowongan, dia pernah menjadi Kasi Pembangunan, kemudian menjadi Sekretaris Lurah Cokrodinigratan sejak 2007 sebelum diangkat menjadi Lurah Cokrodinigratan pada 2012. "Sejak 2016 saya pindah ke Gunungketur," katanya.
Banyak suka dua yang dialami selama bersentuhan di tiga kelurahaan berbeda. Banyak persoalan unik warga yang juga dihadapinya. Semua dijalani seperti air mengalir. Dia tidak membeda-bedakan warga yang pro dan kontra dengan kepemimpinannya. Semua diayomi dan didekati. "Karateristik masing-masing warga berbeda. Kalau di Gunungketur karena mungkin lingkungan keraton (Pakualaman) jadi masyarakatnya lebih dewasa. Jarang sekali terjadi konflik dan diselesaikan sendiri oleh warga," katanya.
Silaturahmi menjadi kunci penting bagi Moerwanto agar lebih dekat dengan masyarakat. Jika ada persoalan, tak jarang dia juga berkonsultasi dengan jajaran di atasnya demi mencari jalan terbaik bagi warganya. "Asalkan semua berjalan sesuai aturan organisasi yang ditetapkan, sangat mudah menjalani tugas ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
BPHTB Sleman baru Rp182,92 miliar atau 45,73% dari target Rp400 miliar. Komisi B menggandeng BPN mengejar penerimaan.
Toyota Hiace menabrak truk di Tol Pemalang KM 306. Dua penumpang mengalami kaki terjepit dan dievakuasi tim SAR.
Kebakaran Gunung Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Tiga titik api masih menyala dengan luas area terbakar sekitar 13 hektare.
Basarnas Banda Aceh membagi empat tim untuk mencari Ho Wee Han, wisatawan Malaysia yang hilang saat menyelam di perairan Sabang.
Kelok 23 masih uji coba hingga 20 September 2026. Evaluasi 21 September menentukan kelayakan jalan sebelum dibuka untuk umum.