Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Moerwanto/Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Di tengah kesibukannya melayani masyarakat, Moerwanto tak lupa untuk tetap dekat dengan keluarga. Lurah Gunungketur, Kecamatan Pakualaman, Kota Jogja, ini tidak sungkan terbuka dengan ketiga anak-anaknya dalam hal apapun. Tujuannya, agar anak juga ikut berpikir dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.
"Saya tidak pernah memaksakan kehendak kepada anak-anak. Semua saya beri kebebasan, hanya saja saya tekankan agar setiap pilihan yang diambil harus dipilih secara bertanggung jawab," kata suami Catarina Issri Putranti Hendrayanti itu saat ditemui Harian Jogja, Selasa (21/5/2019).
Berkat kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan, kini ketiga anaknya, Rosa; Regina dan Rafael, bisa hidup mandiri. Rosa mampu kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan UGM, sementara Regina berlabuh di ISI Jogja melalui jalur undangan. Adapun si bungsu, Rafael masih belajar di SMP. Prestasi belajar ketiga anaknya pun tergolong bagus.
"Ketiga anak saya punya hobi berbeda. Regina suka musik, Rafael suka bola. Saya bilang ke Rafael, kalau suka bola ya pelajarannya tidak boleh ketinggalan. Kamu harus bertanggung jawab dengan pilihanmu," kata lelaki kelahiran 1962 itu.
Apa yang diterapkan di keluarganya juga diejawantahkan selama memimpin masyarakat. Sejak awal menjadi PNS di Pemkot Jogja, Moerwanto sudah akrab dengan kehidupan warga. Di Gowongan, dia pernah menjadi Kasi Pembangunan, kemudian menjadi Sekretaris Lurah Cokrodinigratan sejak 2007 sebelum diangkat menjadi Lurah Cokrodinigratan pada 2012. "Sejak 2016 saya pindah ke Gunungketur," katanya.
Banyak suka dua yang dialami selama bersentuhan di tiga kelurahaan berbeda. Banyak persoalan unik warga yang juga dihadapinya. Semua dijalani seperti air mengalir. Dia tidak membeda-bedakan warga yang pro dan kontra dengan kepemimpinannya. Semua diayomi dan didekati. "Karateristik masing-masing warga berbeda. Kalau di Gunungketur karena mungkin lingkungan keraton (Pakualaman) jadi masyarakatnya lebih dewasa. Jarang sekali terjadi konflik dan diselesaikan sendiri oleh warga," katanya.
Silaturahmi menjadi kunci penting bagi Moerwanto agar lebih dekat dengan masyarakat. Jika ada persoalan, tak jarang dia juga berkonsultasi dengan jajaran di atasnya demi mencari jalan terbaik bagi warganya. "Asalkan semua berjalan sesuai aturan organisasi yang ditetapkan, sangat mudah menjalani tugas ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Profil Nurisa Dian Ashrifah, pemanah Indonesia peraih emas Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Cojuangco 139-137
Syarat membuat akta kematian meliputi surat kematian, KK, identitas pelapor, hingga formulir. Simak cara dan ketentuan pengurusannya.
Suyudi Ario Seto mengusung doktrin Polisi Bersama Masyarakat dan memaparkan agenda 100 hari pertama dalam uji kelayakan calon Kapolri di DPR.
Tarif tambahan US$100 bagi turis asing di Grand Canyon digugat perusahaan tur Arizona. Simak alasan gugatan dan aturan NPS.
Turis asing bisa mendapatkan tiket Shinkansen gratis ke Kagoshima. Simak syarat, cara klaim, negara peserta, dan periode promonya.