Polisi: Wisatawan Jangan Sedikit-Sedikit Gunakan Google Maps

Sejumlah warga membantu mendorong mobil yang mogok karena tak kuat menanjak di jalur Cinomati, Pleret, Bantul, Sabtu (29/12/2018) - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
28 Mei 2019 16:27 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Masa mudik Lebaran 2019 sudah dimulai. Tak hanya dilintasi pemudik, DIY bakal dijejali oleh wisatawan. 

Oleh sebab itu, guna meminimalkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Tri Julianto Djatiutomo mengimbau para pemudik atau wisatawan yang masuk ke wilayah DIY agar tidak terlampau mengandalkan aplikasi google maps atau aplikasi petunjuk arah lainnya. Pasalnya hal itu justru bisa membahayakan pengendara kendaraan bermotor, bahkan tak jarang memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Karena rawan juga aplikasi seperti ini, karena biasanya aplikasi akan mencari jalan yang pintas, padahal jalan tersebut tidak laik dilewati oleh kendaraan atau terlalu berbahaya,” ucap dia, Selasa (28/5/2019).

Dia mencontohkan di wilayah Wonosari, Gunungkidul beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas lantaran pengendara kendaraan bermotor menggunakan aplikasi petunjuk arah. Melalui aplikasi itu, pengendara diarahkan ke jalan pintas yang sempit dan menanjak curam. “Kami sudah sering mengimbau agar jangan menggunakan aplikasi petunjuk arah pada saat-saat tertentu,” ucap dia.

Selain itu masih ada pula jalur Cinomati, Kecamatan Pleret, Bantul. Tak jarang wisatawan yang hendak menuju beberapa objek wisata di Bantul selatan, oleh aplikasi google maps diarahkan melalui jalur tersebut. "Padahal jika tak biasa melalui jalur itu [Cinomati], bisa sangat berbahaya," ucap dia.

Untuk itu, polisi sudah memasang papan penanda di beberapa titik untuk mengarahkan kendaraan melewati jalur alternatif. Selain itu, polisi juga sudah mendirikan pos-pos dan petugas yang berjaga di titik strategis dan rawan kecelakaan lalu lintas. “Untuk ruas-ruas jalan yang saat ini sedang dalam perbaikan, kami juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk rekayasa lalu lintas,” ujar dia.