Harga Tiket Bus Naik Sampai Dua Pekan Setelah Lebaran

Calon penumpang masih banyak terlihat bersiap arus balik pasca lebaran pada Senin (10/6/2019) di Terminal Wates. - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
10 Juni 2019 21:57 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Harga tiket bus di Terminal Wates mulai naik bahkan sampai dua kali lipat lebih. Harga tiket yang mahal itu diperkirakan akan bertahan sampai dua pekan setelah lebaran.

Salah satu pengelola PO Bus Sinar Jaya Wates, Irvan mengatakan, saat arus balik, harga tiket bus dinaikan. "Sebelumnya harga yang Rp115.000, setelah lebaran harganya bisa jadi Rp300.000," ujarnya pada Senin (10/6/2019).

Harga yang Irvan sebutkan yaitu harga bus dengan tujuan Jakarta. Selain Jakarta, tujuan bus yang berangkat dari Terminal Wates beragam, ada jarak dekat ke Kebumen dan Purwokerto, ada juga ke luar Pulau Jawa.

Irvan mengatakan, arus balik lebih ramai dibanding arus mudik. Saat arus balik penumpang bisa penuh bahkan harus memesan bus lebih dini agar tidak kehabisan tiket.

Irvan mengatakan harga tiket yang lebih tinggi dari biasanya tersebut lazim terjadi saat libur lebaran. "Kira-kira akan bertahan dua Minggu setelah lebaran," tutur Irvan.

Salah satu warga Kulonprogo yang menggunakan bus di Terminal Wates, Suci Aeni mengatakan, ia memilih moda transportasi bus untuk berangkat lagi bekerja di Jakarta karena sudah kehabisan tiket kereta. "Enggak apa-apa [harga tiket] mahal juga, emang biasanya kan setelah lebaran suka naik," ungkapnya.

Puncak arus balik di Terminal Wates terjadi pada Minggu (9/6/2019) dengan jumlah keberangkatan lebih banyak daripada kedatangan. Jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Wates pada Minggu ada sebanyak 1.099 orang. Sedangkan, kedatangan penumpang pada Minggu ada sebanyak 649 penumpang.

Petugas Terminal Wates, Radi mengatakan saat ini, posko dari Dinas Perhubungan DIY masih disiagakan di Terminal Wates untuk memantau arus balik. "Dalam memantau arus mudik dan arus balik kami membuat posko dari Dishub DIY, juga ada posko kesehatan dari PMI [Palang Merah Indonesia]," jelas Radi.