Gara-Gara Wereng, Hasil Panen Petani Menurun

Ilustrasi hama ulat yang menyerang tanaman bawang merah di Sentolo, Rabu (27/6 - 2018).Harian Jogja/Uli Febriarni
16 Juni 2019 11:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Petani mengeluhkan adanya hama wereng dalam musim tanam dari Maret sampai panen Juni 2019 ini. Adanya hama tersebut membuat hasil panen menurun.

Petani di Dusun Polaman, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Paimin mengaku hasil panennya turun dibanding biasanya. "Biasanya dari sawah 350 meter persegi itu bisa sampai dapat lima karung gabah kering, kini hanya dapat tiga karung saja," ujarnya pada Harian Jogja, Rabu (12/6/2019).

Menurutnya, hama wereng menjadi penyebab turunnya produksi padi di lahannya. "Dari pertama tanam itu sudah ada hama wereng. Apalagi kalau hujan terus, malah banyak. Kalau masalah air, kemarin itu cukup lancar," ucap Paimin.

Sebelumnya, hama yang biasa menyerang tanaman padi di Sedayu yaitu tikus. Namun, menurut Paimin, semakin ke sini, tikus semakin jarang. Biasanya, warga melakukan kegiatan gropyokan untuk mengusir tikus dan cukup membuat populasi tikus turun.

Ketua Kelompok Tani Sedyo Makmur, Dusun Polaman, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Paino mengatakan untuk menghadapi musim kemarau petani biasanya menjalankan pola tanam. Tidak semua petani menanam padi, tapi sebagian menanam palawija.

"Mudah-mudahan di musim tanam yang akan datang hasil panen bisa lebih baik," katanya.

Menurut Paino tidak hanya hama wereng yang membuat produksi petani di panenan kali ini turun, tapi juga dari adanya hama sundep. Produktivitas hasil panen petani dari panenan kali ini bisa mencapai 7,5 ton per hektar. Sedangkan apabila tidak ada hama, produksi bisa bertambah sampai 15 persennya.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi mengatakan total di Kabupaten Bantul selama panenan kali ini ada 3.000 hektar lahan padi yang panen. Sedangkan produktivitas hasil padi di Bantul bisa mencapai tujuh ton per hektar.