Semua Koperasi di Bantul Wajib Melek Teknologi

Bupati Bantul Suharsono dalam acara Sarasehan Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0 di Ruang Mandala Saba, kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Senin (17/6/2019).- Harian Jogja - Ist
18 Juni 2019 06:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul Suharsono meminta kepada para pegiat koperasi di Bantul melek teknologi di tengah perubahan revolusi industri dan perkembangan teknologi yang begitu cepat. Salah satunya ditandai dengan berkembangnya aplikasi jualan melalui konsep dalam jaringan (daring).

Suharyono meyakini jika pegiat koperasi tidak mengimbangi dengan perkembangan teknologi akan semakin tertinggal bahkan gulung tikar. Untuk megawali tidak harus dengan yang canggih-canggih dulu. Bisa dimulai dulu dengan semua anggota koperasi tahu bagaimana cara mengoperasikan telepon selular serta aplikasi obrolan.

“Pelan-pelan berkembang dengan aplikasi yang canggih,” kata Suharsono dalam acara Sarasehan Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0 di Ruang Mandala Saba, kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Senin (17/6/2019).

Ia mengatakan perkembangan Internet dan teknologi telah mengubah cara kerja, gaya hidup, cara belanja dan dapat menggilas bagi yang tidak siap beradaptasi. Menurut Suharsono, kemampuan beradaptasi dan inovasi meupakan faktor kunci bagi koperasi agar terus tumbuh dan mampu bertahan dari disrupsi.

“Koperasi harus diikelola profesional dengan mengedepankan transparansi dan kejujuran serta didukung oleh sumber daya manusia yang menguasai teknologi sehingga dapat berkembang dan mensejahterakan anggotanya,” ujar Bupati.

Selain itu, Suharsono juga meminta para pegiat koperasi supaya disiplin. Ia mengaku banyak belajar mengelola koperasi dari ayahnya yang merupakan mantan pengurus koperasi PGRI. Pihaknya bertekad untuk terus mendorong dengan melakukan pembinaan perkoperasian di Bantul sehingga keberadaan koperasi dapat membantu masyarakat yang bergerak di bidang usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam menanggulangi masalah yang dihadapi.

Salah satu persoalan yang bisa diatasi melalui koperasi diakui Suharsono adalah kemiskinan. Karena itu, pensiunan Polri berpangkat Komisaris Besar Polisi ini meminta koperasi menjalin sinergi dan komunikasi serta koordinasi dengan dunia usaha sehingga ada peningkatan daya saing perkoperasian.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Bantul Agus Sulistiyana mengatakan belum banyak koperasi di Bantul yang dikelola dengan berbasis teknologi. Jumlah koperasi di Bantul ada 347 koperasi yang terdiri dari koperasi simpan pinjam, produksi, serba usaha serta konsumsi.

Sebagian sudah mulai menerapkan sistem pelaporan dan pengembangan usaha secara daring. Namun, yang sudah menerapkan semua proses transasi di koperasi lewat aplikasi obrolan yang bisa dipantau via telepon selular baru dua koperasi, Untuk koperasi lainnya sedang menuju ke arah itu.

Agus mengatakan proses pendigitalan semua pelayanan di koperasi perlu bertahap karena berkaitan dengan sumber daya manusia. Ia menilai masih banyak koperasi yang dikelola oleh para orang tua yang lambat untuk beradaptasi.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Bantul Besari Setyowati mengatakan acara sarasehan reformasi koperasi diikuti sekitar 200 pegiat koperasi di Bantul. Acara tersebut bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Koperasi di Bantul.