Film PIYE TO KIH? Angkat Kisah Cinta Beda Alam dan Pesan Memantaskan Diri
Film PIYE TO KIH? memadukan kisah cinta beda alam, komedi, dan budaya Jawa dengan pesan tentang kejujuran serta memantaskan diri.
Ilustrasi jalan tol. /JIBI-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA--Sempat muncul kembali isu penolakan Raja Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X terkait dengan pembangunan jalan tol di DIY, Sekda DIY Gatot Saptadi menegaskan sudah tidak ada lagi persoalan terkait masalah tersebut.
Menurutnya, baik Pemda DIY maupun Pusat sudah ada kesepakatan dengan arahan Gubernur DIY. Misalnya jalan tol tidak mengarah ke Bandara YIA. "Itu sudah disepakati oleh Kementerian PUPR [Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat]. Positif, ada kesepakatan. Arahan Gubernur disetujui oleh Pak Menteri. Tidak ada jalan tol yang langsung menuju ke Bandara YIA," katanya kepada Harianjogja.com, Senin (24/6/2019).
Setelah tidak ada permasalahan dengan trase tol yang tidak melewati YIA, kata Gatot, saat ini hanya tinggal tindak lanjut teknis dari Kementerian PU. Nanti tol Jogja-Cilacap hanya lewat Purworejo ke Barat. "Lokasi di Purworejo apakah dekat atau jauh dengan bandara YIA, nanti dilihat lokasinya," katanya.
Disinggung soal keberlanjutan tol Jogja-Bawen, Gatot mengaku tidak ada persoalan. Trase Jogja-Bawen tetap dilakukan mulai dari Karangtalun hingga Ring Road Barat. Adapun saat ini, dilakukan pembahasan trase tol Jogja-Solo. "Masalah trase Jogja-Bawen sudah pasti [disepakati], tinggal Jogja-Solo. Tinggal nanti dibahas dengan Pusat, yang penting izinnya [Izin Penetapan Lokasi] di sini," katanya.
Nantinya, kata Gatot, antara tol Jogja-Bawen tetap menyambung dengan Jogja-Solo. Penyambung kedua jalan tol tersebut direncanakan di sekitar Ring Road. "Perencanaan tol Jogja-Solo terus berproses. Tinggal penentuan trasenya. Kalau semua [syarat] sudah selesai bisa segera dilelang. Itu nanti dilakukan semuanya oleh Pusat," katanya.
Dia menegaskan Sultan pada dasarnya tidak menolak program pembangunan jalan tol di DIY. Sultan hanya meminta agar pembangunan tol jangan sampai berdampak secara ekonomi kepada masyarakat. "Sultan tidak menolak [tol]. Filosofinya seperti ini, jangan hanya melihat tol sebagai akses antarwilayah tetapi juga hal lainnya, pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat," katanya.
Persiapan tender
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menolak untuk menjelaskan hasil pertemuan yang dilakukan antara Kementerian PU dengan Pemda DIY dan Jawa Tengah pada Jumat (21/6/2019) lalu. Dia hanya mengisyaratkan adanya kesepakatan antara Kementerian PUPR dengan Pemda terkait dengan urusan isu kedaerahan di-handle langsung oleh Sekda. "Jadi disepakati kalau urusan isu dan informasi di daerah ada di Sekda. Baik DIY maupun Jateng. Itu sudah diputuskan dalam rapat," katanya.
Meski begitu, berdasarkan data di laman resmi BPJT mengenai perencanaan tender disebutkan proyek pembangunan jalan tol Jogja-Solo dan NYIA Kulonprogo masuk dalam persiapan tender. Di laman itu tertulis panjang jalan tol yang direncanakan 91,93 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp20,46 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Film PIYE TO KIH? memadukan kisah cinta beda alam, komedi, dan budaya Jawa dengan pesan tentang kejujuran serta memantaskan diri.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis, 29 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan dari pagi hingga malam untuk kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA 29 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan Jogja–YIA dan sebaliknya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.