Soal Dilanjutkannya Proyek Jalan Tol, Sekda DIY: Tak Ada Lagi Persoalan

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/M. Ferri Setiawan
25 Juni 2019 06:07 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sempat muncul kembali isu penolakan Raja Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X terkait dengan pembangunan jalan tol di DIY, Sekda DIY Gatot Saptadi menegaskan sudah tidak ada lagi persoalan terkait masalah tersebut.

Menurutnya, baik Pemda DIY maupun Pusat sudah ada kesepakatan dengan arahan Gubernur DIY. Misalnya jalan tol tidak mengarah ke Bandara YIA. "Itu sudah disepakati oleh Kementerian PUPR [Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat]. Positif, ada kesepakatan. Arahan Gubernur disetujui oleh Pak Menteri. Tidak ada jalan tol yang langsung menuju ke Bandara YIA," katanya kepada Harianjogja.com, Senin (24/6/2019).

Setelah tidak ada permasalahan dengan trase tol yang tidak melewati YIA, kata Gatot, saat ini hanya tinggal tindak lanjut teknis dari Kementerian PU. Nanti tol Jogja-Cilacap hanya lewat Purworejo ke Barat. "Lokasi di Purworejo apakah dekat atau jauh dengan bandara YIA, nanti dilihat lokasinya," katanya.

Disinggung soal keberlanjutan tol Jogja-Bawen, Gatot mengaku tidak ada persoalan. Trase Jogja-Bawen tetap dilakukan mulai dari Karangtalun hingga Ring Road Barat. Adapun saat ini, dilakukan pembahasan trase tol Jogja-Solo. "Masalah trase Jogja-Bawen sudah pasti [disepakati], tinggal Jogja-Solo. Tinggal nanti dibahas dengan Pusat, yang penting izinnya [Izin Penetapan Lokasi] di sini," katanya.

Nantinya, kata Gatot, antara tol Jogja-Bawen tetap menyambung dengan Jogja-Solo. Penyambung kedua jalan tol tersebut direncanakan di sekitar Ring Road. "Perencanaan tol Jogja-Solo terus berproses. Tinggal penentuan trasenya. Kalau semua [syarat] sudah selesai bisa segera dilelang. Itu nanti dilakukan semuanya oleh Pusat," katanya.

Dia menegaskan Sultan pada dasarnya tidak menolak program pembangunan jalan tol di DIY. Sultan hanya meminta agar pembangunan tol jangan sampai berdampak secara ekonomi kepada masyarakat. "Sultan tidak menolak [tol]. Filosofinya seperti ini, jangan hanya melihat tol sebagai akses antarwilayah tetapi juga hal lainnya, pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat," katanya.

 Persiapan tender

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menolak untuk menjelaskan hasil pertemuan yang dilakukan antara Kementerian PU dengan Pemda DIY dan Jawa Tengah pada Jumat (21/6/2019) lalu. Dia hanya mengisyaratkan adanya kesepakatan antara Kementerian PUPR dengan Pemda terkait dengan urusan isu kedaerahan di-handle langsung oleh Sekda. "Jadi disepakati kalau urusan isu dan informasi di daerah ada di Sekda. Baik DIY maupun Jateng. Itu sudah diputuskan dalam rapat," katanya.

Meski begitu, berdasarkan data di laman resmi BPJT mengenai perencanaan tender disebutkan proyek pembangunan jalan tol Jogja-Solo dan NYIA Kulonprogo masuk dalam persiapan tender. Di laman itu tertulis panjang jalan tol yang direncanakan 91,93 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp20,46 triliun.