Sembilan Kambing Warga Rongkop Mati Diduga Diserang Anjing Liar
Sembilan kambing milik warga Bohol, Rongkop, Gunungkidul, ditemukan mati dengan luka gigitan. Kerugian ditaksir mencapai Rp4 juta.
Sejumlah siswa tengah berlarian di lingkungan SD Negeri Gading Asri yang bersebelahan langsung dengan proyek pelebaran jalur alternatif Ngalang-Gading di Desa Gading, Kecamatan Playen, Jumat (5/10/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul, Winaryo mengatakan kelanjutan pembangunan jalur alternatif Sleman-Gunungkidul membutuhkan proses yang panjang. Pasalnya, hingga saat ini tim pembebasan masih menunggu hasil kerja dari tim appraisal untuk titik Ngalang-Tawang di Desa Ngoro-oro, Patuk.
“Sosialisasi sudah kami lakukan. Langkah selanjutnya membentuk tim appraisal untuk menaksir harga ganti rugi yang akan diberikan kepada masyarakat,” kata Winaryo kepada wartawan, Senin (24/6/2019).
Menurut dia, penunjukan tim appraisal tidak dilakukan secara langsung. Namun penunjukan dilakukan dengan sistem lelang di Unit Layanan Pengadaan milik Pemkab Gunungkidul. “Sekarang masih proses dan mudah-mudahan segera ditentukan pemenang sehingga proses penilaian harga tanah bisa diwujudkan,” ungkapnya.
Disinggung mengenai kepastian waktu pembebasan, Winaryo belum bisa memastikan karena masih harus menunggu kerja dari tim appraisal. “Intinya proses masih panjang apalagi medan yang dilalui naik turun dan ada sekitar 700 bidang tanah yang harus dikaji nilai pembebasannya,” katanya.
Ditambahkannya, untuk pembebasan lahan akan bekerja sesuai dengan regulasi yang ada. Sesuai aturan yang berlaku, upaya pembebasan tanah di atas lima hektare maka pelaksanaannya dilakukan bersama-sama dengan Kantor Wilayah BPN DIY.
“Kalau di bawah lima hektare bisa dilakukan BPN Gunungkidul, tapi ini hampir mencapai 25 hektare maka pengadaan lewat Kanwil BPN DIY,” tutur mantan Kepala Bidang Pemerintahan Umum ini.
Winaryo memastikan, setelah tim appraisal bekerja dan telah menetapkan taksiran harga tanah, maka hasilnya akan diumumkan kepada masyarakat yang terkena dampak. Selanjutnya, akan dilakukan rapat ganti rugi untuk persiapan pembayaran. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar,” imbuhnya.
Kepala Seksi Pemeliharaan, DPUPRKP Gunungkidul Wadiyana mengatakan, pembangunan jalur alternative Sleman-Gunungkidul merupakan salah satu program prioritas milik Pemerintah DIY.
Untuk saat ini, sambung dia, jalur alternatif belum tersambung karena pembangunan belum dilakukan secara menyeluruh. “Titik dari desa Ngalang menuju Dusun Tawang, Ngoro-oro, Patuk belum ada dan saat ini masih dalam proses pembebasan,” kata Wadiyana.
Dia menjelaskan, tahun lalu Pemerintah DIY menyelesaikan pembanguan untuk titik dari Desa Gading, Playen menuju Desa Ngalang, Gedangsari. “Untuk pembangunan titik yang belum tersambung masih menunggu selesainya pembebasan lahan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sembilan kambing milik warga Bohol, Rongkop, Gunungkidul, ditemukan mati dengan luka gigitan. Kerugian ditaksir mencapai Rp4 juta.
Satlantas Polresta Jogja merilis jadwal pelayanan SIM November 2026, mulai Satpas, SIM Keliling Alkid, SIM MAMI, hingga layanan Drive Thru.
Pelajar dan mahasiswa Indonesia menciptakan AeroSpora, dinding lumut pintar, dan NovaSight, aplikasi matematika berbasis AI untuk tunanetra.
Mario Aji gagal finis di Moto2 Malaysia setelah terjatuh pada lap kedua. Pembalap Indonesia itu kini membidik hasil lebih baik di Qatar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin, 2 November 2026. Ada 12 pilihan keberangkatan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.
Sufmi Dasco Ahmad meminta kader Gerindra Banten memperkuat konsolidasi dan kekompakan untuk menghadapi Pemilu 2029 serta menyukseskan pemerintahan Prabowo.