Harga Tiket Pesawat Tinggi Bisa Turunkan Jumlah Wisatawan Asing di Jogja

Wisatawan di Candi Prambanan. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
27 Juni 2019 01:17 WIB Ujang Hasanudin Sleman Share :

Harianjogja.com, BANTUL-- Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo pesimistis kunjungan wisatawan mancanegara ke DIY bisa naik banyak tahun ini. Musababnya karena faktanya sampai saat ini harga tiket pesawat masih mahal.

Singgih mengatakan tiket pesawat mahal dampaknya sangat terasa terhadap sektor pariwisata bahkan penurunan kunjungan bisa sampai 25-30%. “Jadi tiket pesawat mahal menjadi penghalang kami untuk mendatangkan wisatawan mancanegara lebih banyak,” kata dia di Mangunan, Selasa (25/6/2019).

Pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena terkait masih mahalnya tiket pesawat tersebut. Ia berharap tiket pesawat bisa normal kembali seperti semula karena banyak wisatawan yang ketika sudah sampai Jakarta atau Bali dan hendak ke DIY kemudian membatalkannya setelah melihat tiket pesawat mahal.

Padahal Kementerian Pariwisata menargetkan sebanyak 2 juta orang berkunjung ke DIY dan Jawa Tengah selama 2019 ini. Dari jumlah tersebut DIY sebanyak 30 persennya.

Karena itu dia menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara tahun tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. “Target wisatawan mancanegara sampai 400.000 lebih dikitlah, kalau wisatawan domestik bisa sampai 6 juta orang. Tahun lalu wisatawan mancanegara hampir mencapai 400.000 dan wisatawan domestik sekitar 5,5 juta orang,” ujar Singgih.

Singgih menyatakan jumlah wisatawan tersebut sesuai yang tercatat di hotel bintang dan non bintang. Pihaknya tidak mencatat wisatawan dari setiap objek wisata di kabupaten dan kota, melainkan sesuai yang menginap.

Selain soal tiket pesawat yang mahal, Dinas Pariwisata DIY juga memiki tantangan untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan di DIY. Saat ini lama tinggal wisatawan 2,1 untuk wisatawan mancanegara dan 1,9 untuk wisatawan domestik. Salah satu upaya yang dilakukan untuk membuat wisatawan bisa berlama-lama di DIY adalah dengan menggelar berbagai atraksi kesenian pada malam hari.

Disinggung soal Badan Otorita Borobudur (BOB) Singgih mengatakan keberadaan BOB diprediksi dapat mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke DIY. Badan tersebut ikut mengembangkan wisata di Jogja, Solo, dan Semarang (Joglosemar) dengan memanfaatkan Borobudur sebagai ikonnya. “Yang berwisata ke Borobudur harapannya menginapnya di DIY,” kata dia.