Musim Kemarau, Warga di Girimulyo Harus Antre di Sumber Air

Warga mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih dari Polsek Girimulyo di Dusun Ngaglik, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Jumat (28/6/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
29 Juni 2019 09:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Krisis air bersih akibat musim kemarau mulai melanda beberapa wilayah di Kulonprogo. Salah satunya di Dusun Ngaglik, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo.

Sulitnya memperoleh air bersih ini mulai dirasakan warga Dusun Ngaglik, semenjak hujan tidak mengguyur wilayah tersebut sejak tiga bulan terakhir. Dampaknya, debit mata air di dusun yang dihuni sekitar 90 kepala keluarga itu mulai menyusut.

"Debitnya mulai menurun drastis, kalaupun mau ambil [sumber mata air], harus antri dulu, itupun kadang kering dan harus menunggu beberapa jam sampai airnya keluar lagi," ujar salah satu warga setempat, Ponimin, kepada awak media, Jumat (28/6/2019).

Sumber air ini kata Ponimin, berada di bagian bawah bukit yang berjarak sekitar 800 meter dari Dusun Ngaglik. Untuk sampai ke sana, warga biasa berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor. Itu merupakan cara satu-satunya untuk mengambil air di sana.

"Kalau mau menyalurkan air pake pipa, itu agak sulit, karena lokasinya berada di bawah dusun, kalaupun bisa nanti pake alat, tapi ya biaya pemasangannya itu besar," ujarnya.

Sebenarnya, terdapat satu lagi sumber mata air yang biasa dimanfaatkan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lokasinya berada di atas perbukitan dengan jarak 8 km. Tepatnya di belakang kantor Balai Desa Purwosari.

Sumber mata air itu juga sudah terpasang pipa beserta pompa air bantuan pemerintah kabupaten. Namun sejak 2016 lalu, tidak lagi digunakan lantaran tertimbun longsor. Pipa-pipa penghubung dari sumber mata air yang disalurkan ke warga juga rusak berat.

"Sudah sejak tiga tahun lalu kena longsor, air di sana juga sudah tidak bisa dimanfaatkan, jalan satu-satunya ya ambil ke sumber mata air, karena di sini juga tidak ada pipa PDAM" ucapnya.

Camat Girimulyo, Purwono mengatakan tiap musim kemarau, sebagian besar wilayah Kecamatan Girimulyo berpotensi dilanda kekeringan. Dari empat desa yakni, Desa Purwosari, Jatimulyo, Giripurwo dan Pendoworejo, ada beberapa dusun yang masih aman dari kekeringan. Tapi sebagian besar kini sudah kekurangan air, termasuk Dusun Ngaglik.

"Kalau diestimasi kira-kira tiap desa ada tiga sampai empat dusun yang kekeringan. Jadi kalau sekarang ini sudah ada 15 sampai 16 dusun kekurangan air bersih," kata dia.

Dia mengatakan segala upaya sebenarnya sudah dilakukan untuk menanggulangi masalah ini. Di antarnya, mempercepat pembangunan infrastruktur saluran air dan irigasi. Akan tetapi sampai sekaran belum berjalan optimal karena terkendala minimnya anggaran.