Rencana Pembangunan Sirkuit di Gunungkidul Batal, Tanah Pemkab untuk Kampus UNY

Kampus Universitas Negeri Yogyakarta - uny.ac.id
21 Juli 2019 22:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul membatalkan rencana pembangunan sirkuit di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu. Tanah seluas 4,6 hektare yang sedianya untuk sirkuit dihibahkan untuk pembangunan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid, membenarkan adanya rencana pembangunan kampus UNY di wilayah Semanu. Pembangunan ini menggunakan lahan milik Pemkab yang awalnya bakal dijadikan arena sirkuit balap. “Tidak jadi untuk sirkuit,” kata Bahron kepada wartawan, Jumat (19/7/2019).

Meski batal membangun sirkuit balap di Semanu, Bahron memastikan upaya pembangunan arena balap kuda besi ini terus berlanjut. Menurut dia proses pembangunan akan dijadikan satu dengan area kawasan olahraga terpadu di kawasan Gelanggang Olahraga (Gor) Handayani di Dusun Jeruksari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari.

“Tetap kami bangun tapi lokasinya tidak di Pacarejo [Semanu], tetapi dipindah ke kawasan GOR Handayani yang akan dijadikan sports center,” kata mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora Gunungkidul ini.

Dia menjelaskan untuk proses hibah tanah ke UNY ditangani oleh Bagian Administrasi Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah Gunungkidul. Bahron berharap dengan adanya wacana pembangunan kampus di Gunungkidul memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan di masyarakat. “Hibah masih dalam proses tapi secara prinsip Pemkab siap memberikan untuk dibangun kampus,” katanya.

Anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ari Siswanto, mengatakan Dewan menggelar rapat persetujuan untuk memberikan tanah ke UNY. Sesuai dengan aturan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendari) No.19/2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah dijelaskan proses hibah yang nilainya di atas Rp5 miliar harus melalui proses persetujuan anggota Dewan. “Sudah dirapatkan pada Rabu [17/7] lalu dan seluruh anggota Dewan yang hadir menyetujui hibah tersebut,” katanya.

Menurut Ari, pembahasan hibah tanah ke UNY sempat menjadi polemik karena Dewan sempat keberatan dengan upaya tersebut. Namun setelah melalui beberapa kali rapat pembahasan Dewan akhirnya setuju.

Untuk diketahui proses pengadaan tanah yang sedianya dibangun sirkuit dilakukan di 2017. Total anggaran pengadaan mencapai Rp6,4 miliar untuk membeli tanah seluas 4,6 hektare di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu.