PDAM Bantul Mulai Jual Air Minum Kemasan

Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih (Ketiga dari kiri) dan Direktur Utama PDAM Tirta Dharma, Arinto Hendro Budiantoro (ketiga dari kanan) menunjukan air munum kemasan hasil produksi PDAM Tirta Dharma Bantul, dalam acara Bantul Ekspo. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin.
30 Juli 2019 11:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Bantul resmi meluncurkan produk air minum dalam kemasan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya aparatur sipil negara (ASN) di Bantul serta meningkatkan pendapatan asli paerah (PAD) perusahaan daerah.

Direktur Utama PDAM Tirta Dharma, Arinto Hendro Budiantoro mengatakan terdapat lima varian air minum kemasan yang dikeluarkan PDAM untuk dijual kepada masyarakat, yaitu air minum kemasa galon 600 mililiter, botol 330 mililiter, gelas 240 mililiter, dan setengah gelas 120 mililiter.

“Beberapa varian air minum kemasan ini sengaja kami keluarkan agar semua kalangan masyarakat bisa masuk untuk keperluan konsumsi, maupun rapat-rapat instansi satuan kerja perangkat daerah,” kata Arinto, Minggu (28/7/2019). Air minum kemasan PDAM Tirta Dharma ini secara resmi diluncurkan oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam dan Bupati Bantul Suharsono dalam acara Bantul Ekspo.

Arinto mengatakan untuk pemasaran air minum kemasan sasaran pertama dalah ASN di setiap organisasi pemerintah daerah (OPD) seperti untuk kepentingan rapat-rapat, pertemuan, dan tamu luar daerah, setelah itu akan merambah ke masyarakat, “Setelah SKPD tentu nanti dijual ke masyarakat melalui melalui toko-toko kelontong,” ujar Arinto.

Untuk awal distribusi tahun ini pihaknya menargetkan sebanyak 15.000 kotak untuk kemasan botol kecil dan gelas. Sementara kemasan lainnya menyesuaikan. Untuk galon ditargetkan sekitar 5.000 hingga 7.000 galon yang terjual tahun ini.

Arinto menambahkan keinginan PDAM Tirta Dharma mengeluarkan air minum dalam kemasan sebenarnya sudah dimulai sejak pertengahan tahun lalu. pihaknya bersama sejumlah pihak sudah melakukan kajian dan analisis serta arahan dari Bupati Bantul Suharsono. Rencana tersebut baru terealisasi pada Juli tahun ini. Sumber air minum yang diambil, PDAM Tirta Dharma mengandalkan sumber air pegunungan dari Kaliurang Sleman.