Lemkapi: Ada yang Sengaja Embuskan Isu Pergantian Kapolri

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian menyampaikan materi seminar dalam acara seminar yang digelar di Fakultas Hukum UII, Jalan Tamansiswa, Jogja, Sabtu (31/03/2018). Harian Jogja - Desi Suryanto
04 Agustus 2019 09:37 WIB Newswire Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Isu adanya pergantian Kapolri Jenderal Tito Karnavian dinilai sangat politis.

Lembaga Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) menilai ada pihak yang sengaja menghembuskan isu adanya pergantian Kapolri Jenderal Tito Karnavian di tengah pelantikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden petahana.

"Saya kira bisa saja ada pihak yang memainkan isu pergantian itu," kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan kepada Okezone-jaringan Harianjogja.com, Jakarta, Sabtu (3/8/2019).

Menurut mantan komisioner Kompolnas itu, dihembuskannya isu rotasi orang nomor satu di Polri itu saat ini sangat politis. Mengingat, hal itu muncul ketika penyusunan kabinet jilid II Presiden Jokowi.

"Ini sangat politis. Kami lihat saat ini Polri begitu solid. Sinergitas dengan TNI bagus," tutur Edi.

Seharusnya, kata Edi, soal pergantian Kapolri, itu diserahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi. Mengingat, Jokowi telah melihat torehan presrasi yang dituai oleh Tito selama menjabat sebagai Kapolri.

"Tunggu Presiden bersikap. Masyarakat menurut kami masih butuh figur seperti Tito. Begitu juga Polri. Kinerjanya cukup baik," ucap Edi.

Isu ini pertama kali "digoreng" oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menyampaikan. Dia menyebut ada isu pergantian Kapolri, saat Presiden terpilih, Jokowi tengah menyusun kabinetnya yang baru.

Sumber : Okezone.com