Jelang Iduladha, Pengiriman Ternak ke Luar Gunungkidul Meningkat

Ilustrasi penjual kambing untuk Iduladha. - JIBI/Harian Jogja
06 Agustus 2019 22:17 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sepekan menjelang Iduladha 2019, pengiriman hewan ternak asal Gunungkidul ke luar daerah terus meningkat. Merebaknya antraks di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, beberapa waktu lalu tak terlalu memengaruhi permintaan hewan kurban.

Terlebih, sapi dan kambing yang dikirim ke luar daerah sudah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Laboratorium Kesehatan Hewan (Labkeswan).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, menyatakan sejauh ini sudah ada ratusan ekor sapi yang dikirim ke Bandung dan Jakarta. “Berdasar data kami, ada sekitar 200 ekor sapi yang dikirim ke Bandung dan Jakarta. Semua ternak yang dikirim sudah mengantongi SKKH. Di lokasi tujuan, kesehatan ternak kembali diperiksa,” katanya, Selasa (6/8/2019).

Menurutnya, dua kecamatan yang selama ini menjadi sentra ternak yakni Playen dan Semin siap mengirim sapi ke daerah lain. “Ada 186 ekor sapi dari Playen dan 78 sapi dari Semin yang siap dikirim ke daerah lain,” kata Bambang Wisnu.

Terkait dengan antraks yang terjadi di Desa Bejiharjo beberapa waktu lalu, Bambang Wisnu menjelaskan jajarannya akan mengambil sampel tanah di Dusun Grogol IV guna melihat perkembangan terakhir antraks. “Sampel tanah akan dicek kembali di laboratorium Balai Besar Veteriner Wates, Kulonprogo,” ujar dia. Pada Rabu (7/8) sampai Jumat (9/8) DPP juga mengambil sampel tanah di beberapa lokasi penampungan ternak.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPP Gunungkidul, Retno Widyastuti, menyatakan hewan ternak yang berada di zona merah yakni lokasi kejadian antraks sudah disuntik antibiotik dan divaksin. Vaksinasi juga dilakukan pada ternak yang berada di zona kuning dan zona hijau yakni daerah agak jauh dari zona merah.

Setelah dilakukan vaksinasi pada Jumat (12/7), dan dalam waktu tiga pekan kemudian tidak ditemukan kejadian antraks lagi di zona merah maka pada Agustus ini hewan ternak bisa keluar dari zona merah. “Sampai saat ini tidak ada perluasan kejadian antraks, jadi hewan ternak di wilayah zona merah sudah bisa keluar daerah,” ucapnya.

Ia mengatakan cadangan sapi kurban yang siap dipotong di Gunungkidul ada 18.701 ekor sapi jantan dewasa. Sedangkan jumlah populasi sapi di Gunungkidul ada 152.663 ekor.