Pembebasan Lahan JJLS Segmen Ngremang - Garongan Ditarget Selesai Tahun Depan

Ilustrasi. - Bisnis/Wahyu Darmawan
07 Agustus 2019 06:57 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Rencana pembebasan lahan jalan jalur lintas Selatan (JJLS) untuk segmen Ngremang - Garongan ditargetkan selesai tahun depan. Saat ini pemerintah masih menunggu proses selesainya pengadaan tim Apprisal (konsultan penilai) tanah terdampak pembangunan.

Kepala Bidang Binamarga DPUP-ESDM DIY Bambang Sugaib mengatakan pembebasan tanah untuk JJLS segmen Ngremang- Garongan di wilayah Panjatan, Kulonprogo belum bisa dilakukan tahun ini. Menurut Sugaib, JJLS segmen Ngremang - Garongan sebenarnya sudah tersambung. Hanya saja, jalan tersebut akan diperlebar dari semula dua lajur menjadi empat lajur.

Pihaknya masih menunggu hasil pengadaan konsultan penilai harga tanah yang masih diproses badan layanan pengadaan (BLP). "Saat ini masih dalam tahapan pengadaan konsultan penilai [tim Apprisal]," katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (6/8/2019).

Menurut Sugaib, jika ada pemenang konsultan penilai akan diketahui besaran kebutuhan lahan yang akan dibebaskan. Termasuk besaran dana yang akan digunakan untuk pembebasan lahan.

"Panjang segmen ini hanya 7,5 km. Nanti dari penilaian appraisal baru diketahui besarnya kebutuhan anggaran pembebasan tanahnya. Dari hasil tersebut, baru diusulkan anggaran pembebasan tanahnya di tahun 2020," katanya.

Sekadar diketahui, JJLS yang masuk wilayah DIY sepanjang 116 km. Hingga tahun 2018 total jalan yang sudah selesai sepanjang 68 km. Pada 2019  ini, JJLS yang ditangani oleh Kementerian PU sepanjang 14 km. Meliputi paket realinyemen ruas Jerukwudel- Baron-Duwet sepanjang 10,60 km dengan nilai kontrak Rp195 miliar (2019-2021) dan Legundi- Planjan sepanjang 4,70 km dengan kontrak senilai Rp69 miliar (2019-2020).

Sebelumnya, Wakil Kepala Dinas PUP-ESDM DIY Bambang Widyo Sadmo mengatakan selain proyek nasional Pemda juga terus melakukan peningkatan jalan di wilayah Kulonprogo. Salah satunya, ruas jalan Brosot-Toyan dengan nilai anggaran Rp31,2 miliar dan ruas jalan Tegalsari-Klepu dengan nilai anggaran Rp14,3 miliar.

"Brosot-Toyan jalannya diperlebar tahun ini untuk menunjang kebutuhan bandara di Kulonprogo. Pemda akan terus support jalan nasional Jogja-Wates dan JJLS," katanya.

Pemda DIY juga berharap agar proses pembangunan jembatan kretek dua tahun ini bisa dilaksanakan. Pemda masih menunggu proses lelang selesai. Jembatan tersebut dinilai fenomenal karena akan dibangun sepanjang 747,7 meter di atas Kaki Opak.

Rencananya, jembatan dibangun terdiri dari jembatan utama dan jembatan penghubung. Jembatan utama akan dibuat dengan desain cable stayed bridge, strukturnya menggunakan sistem kabel. Kabel ditarik dari struktur jalur jalan ke menara tunggal untuk diikat dan ditegangkan.

Adapun panjang jembatan utama 132 meter. Bentang jembatan pendekat sisi barat 447,06 meter, sedangkan jembatan pendekat sisi timur 168,64 meter. Jembatan Kretek dua akan menghubungkan ruas jalan Samas-Kretek dan Kretek-Parangtritis. Kedua ruas jalan itu merupakan bagian dari JJLS. "Disebut fenomenal karena nilai anggarannya di atas Rp500 miliar, kelihatannya multiyears," katanya.

Rencana lainnya, lanjut Bambang adalah pembangunan jembatan Srandakan tiga untuk memotong jalur panjang JJLS. Saat ini, masyarakat masih menggunakan Srandakan dua yang dinilai terlalu jauh untuk memutar. "Dari selatan ke utara kemudian ke arah selatan lagi. Nah jembatan Srandakan tiga ini menghemat trase, jalan lurus tidak belok lagi. Tanah sudah siap, tinggal menunggu anggaran dana dari pusat," katanya.