Advertisement
Panitia Kurban Diminta Meminimalisasi Penggunaan Plastik
Penyembelihan hewan kurban. - Solopos/M. Ferri Setiawan
Advertisement
Harianjogja.com, WATES--Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mengimbau panitia penyembelihan hewan kurban tidak menggunakan kantong plastik sebagai wadah daging kurban saat Idul Adha 2019.
Imbauan tersebut disampaikan lewat Surat Edaran (SE) nomor 660/383 tentang Pengelolaan Sampah dan Minimalisasi Penggunaan Kantong Plastik pada Perayaan Iduladha 1440 H/2019 M yang ditandatangani oleh Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo, tertanggal 31 Juli 2019.
Advertisement
Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo, mengatakan imbauan ini bertujuan meminimalisir penggunaan plastik di masyarakat karena limbah yang dihasilkan tidak ramah lingkungan dan cenderung sulit untuk musnah. "Sejak kemarin kita sudah edarkan imbauan ini agar menjadi perhatian bersama," kata Sutedjo di sela-sela kegiatan penyaluran hewan kurba di halaman kantor Bupati Kulonprogo, Jumat (9/8/2019) sore.
Kepada seluruh panitia penyembelihan hewan kurban, diharapkan bisa mencari alternatif lain pengganti plastik sebagai wadah daging. "Kalau bahan lain monggo aja, asalkan jangan plastik karena tak ramah lingkungan," ujarnya.
BACA JUGA
Kabag Kesra Setda Kulonprogo, Jazil Ambar Was'an mengatakan pihaknya hanya sebatas memberi imbauan. Untuk teknis di lapangan diserahkan sepenuhnya kepada para panitia kurban. Adapun kepada panitia, dia meminta agar saat proses pembagian hewan bisa menggunakan wadah lain yang lebih ramah lingkungan, seperti besek atau daun.
Selain meminimalisasi penggunaan plastik, Pemkab Kulonprogo juga mengimbau selama proses penyembelihan hewan seluruh panitia menggunakan tata cara yang baik dan benar. Di antaranya penggunaan pisau tajam agar hewan kurban tidak tersiksa, sampai ke busana yang dikenakan panitia.
"Berdasarkan koordinasi dengan provinsi, ada imbauan untuk pakaian, minimal harus rapi dan sopan, kalau biasanya cuma pakai kaos oblong ya diganti yang lebih rapi lah, celana juga kalau bisa di bawah lutut," jelasnya.
Tak hanya itu saja, pihaknya juga menghimbau agar proses pembersihan daging dan jeroan yang biasanya dilakukan di sungai atau mata air diharapkan bisa dirubah. Panitia diharapkan membuat tempat tersendiri yang khusus untuk membersihkan daging dan jeroan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement









