Kartu Asuransi untuk Petani Kurang Diminati

Petani menyirami tanaman cabai yang ditanam berdampingan dengan bawang merah di Dusun Karangduwet II, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Sabtu (27/7/2019). - Harian Jogja/David Kurniawan
19 Agustus 2019 23:17 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kartu asuransi untuk petani di Gunungkidul kurang diminati. Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul berupaya agar kuota kartu asuransi petani terpenuhi.

Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Ari Widyastuti, mengatakan kartu asuransi petani diberikan per kelompok. Pada 2017 luas lahan yang diasuransikan sekitar 300 hektare, dan pada 2018 tidak ada yang ikut. Untuk tahun ini DPP menargetkan 500 hektare lahan bisa diasuransikan. "Kuota untuk Gunungkidul sekitar 500 hektare," ujarnya kepada Harian Jogja, Senin (19/8/2019).

Ari mengatakan setiap kelompok tani membayar premi dan mendapat klaim jika lahan pertanian yang digarap mengalami kekeringan, puso maupun serangan hama. Premi dibayarkan setiap satu kali musim tanam. "Sekali bayar Rp36.000 setiap satu hektare lahan," katanya.

Menurut Ari, meski premi yang dibayarkan tergolong murah petani enggan membayar. "Karena mereka merasa tidak pernah gagal panen. Setelah kemarin terjadi puso baru mau membayar," ucap dia.

DPP tetap memberikan sosialisasi supaya petani mau ikut asuransi tetapi jajarannya tidak bisa memaksa. Adapun manfaat yang diperoleh dari asuransi yaitu kelompok tani mendapat uang Rp6 juta sebagai ganti rugi jika terjadi puso, maupun serangan hama. Untuk mencairkan klaim, petani bisa datang ke Jasindo Jogja dengan menunjukkan lahannya yang rusak akibat kekeringan maupun banjir. "Luas lahan maupun tanaman yang rusak minimal 75 persen," kata dia.

Ketua Gapoktan Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari, Budiono, menuturkan pihaknya akan memberitahu kepada anggotanya terkait keikutsertaan asuransi bagi petani. Ia akan mendata siapa saja yang mau ikut program tersebut. "Nanti kalau sudah ada yang mau gabung langsung kami data," katanya.