Kementerian PUPR Gelontorkan BSPS untuk 206.500 Penerima

Penyerahan Buku Tabungan BSPS dan Sosialisasi Progam BSPS di Balai Desa Muntuk, Dlingo, Bantul, pada Kamis (29/8/2019). - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
30 Agustus 2019 03:17 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Tahun ini Kementrian PUPR akan gelontorkan progam Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk 206.500 penerima, angka tersebut sudah termasuk 514 kabupaten dan kota yang mekanismenya di mulai dari pengajuan dari pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Rumah Swadaya, Kementrian PUPR, Raden Jhony Fajar Sofyan Subrata dalam acara Serah Terima Buku Tabungan BDPS tahun anggaran 2019 di Balai Desa Muntuk, Dlingo, Bantul, Kamis (29/8/2019).

“Di sini sendiri [DIY] yang terdiri dari 514 kabupaten dan kota, RLTH paling banyak ditemukan di perkotaan lalu disusul wilayah kabupaten, jumlahnya mencapai 50.000. Pada tahun ini mendapat bantuan BSPS 4.150 unit,” katanya ketika dijumpai usai acara.

“Kalau dananya sendiri akan dikirim langsung pada penerima BSPS dengan pencairan dua tahap, pertama pembelian bahan bangunan yang disepakati lalu kedua pencarian biaya untuk membayar tukang,” lanjut Jhony.

Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh mantan Bupati Bantul, Idham Samawi. Idham mengatakan masyarakat harus bergotong-royong dalam mengaplikasikan bantuan tersebut, hal tersebut guna menekan uang untuk membayar tukang.

“Memang harus bergotong-royong agar biaya tukang bisa ditekan, misal ada 10 orang penerima BSPS lalu jangan semuanya barengan untuk membangun supaya bisa gotong-royong, itukan ciri dan keunikan yang dimiliki bangsa kita, harus dijaga juga,” kata Idham.

Idham menambahkan jika rumah bantuan tersebut sudah jadi dan layak maka jangan dijual.