94 Keluarga di Gunungkidul Bakal Dapat Rumah Baru

Ilustrasi. - Harian Jogja/David Kurniawan
18 September 2019 04:17 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Sebanyak 94 kepala keluarga (KK) akan mendapat rumah baru pasca terdampak badai cempaka pada 2017 lalu. Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga terdampak bencana dipastikan rampung akhir tahun ini.

Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Gunungkidul, Handoko mengatakan, masing-masing KK terdampak akan mendapatkan bantuan rumah senilai Rp78 juta sudah termasuk biaya kontraktor anggaran bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dihibahkan kepada Pemkab Gunungkidul. Rumah terdampak bencana tersebut akan dibangun sama dengan tipe 36.

"Tidak ada yang khusus dari bangunan rumah tersebut, namun kami rekomendasikan untuk desain harus tahan gempa," ucap Handoko, Selasa (17/9/2019).

Lebih lanjut Handoko menjelaskan, pihaknya hanya khusus menganggarkan rehabilitasi dan rekonstruksi. Kendati demikian, ada sejumlah KK yang berada di lokasi sangat rawan dilakukan relokasi mandiri ataupun menempati sultan ground.

"Dari 94 rumah yang kami rehab ada 11 menggunakan tanah sultan grond (SG) namun sudah diproses izinnya dan ini sah-sah saja karena anggaran dari pusat hanya untuk rehab-rekon [rehabilitasi-rekonstruksi]," kata dia.

Adapun kecamatan yang mendapat bantuan rehab dan rekon rumah yaitu  Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Ponjong dan Tepus. Sedangkan 11 KK yang menempati SG merupakan warga Dusun Manggung, Ngipik dan Tegalrejo di Kecamatan Gedangsari. Warga terpaksa direlokasi ke tanah SG lantaran termasuk ke dalam zona rawan longsor.

"Ini untuk mengantisipasi jika nanti terjadi bencana serupa, makanya harus dipindah ke lokasi yang aman," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Kabupaten Gunungkidul, Bambang Riyanto menuturkan, pada saat terjadinya siklon cempaka pihaknya mencatat ada 150 rumah yang terdampak. Namun demikian yang diterima sebanyak 101 unit rumah. Jumlah itu didapat setelah dilakukan verifikasi ulang 94 rumah yang hingga saat ini belum diperbaiki.

"Yang tujuh rumah ada yang dibantu CSR, atau sejumlah pihak ada pula yang diperbaiki organisasi sosial," kata dia.

Menurutnya, agar nantinya tidak menimbulkan kecemburuan sosial antara masyarakat yang mendapat bantuan dan tidak, pihaknya mengimbau kepada kontraktor untuk menggunakan tenaga setempat. Sehingga anggaran pembangunan juga dapat dirasakan masyarakat sekitar.

"Kami memang mengimbau, untuk tukang ambil dari sekitar wilayah rumah yang akan dibangun," pungkasnya.