Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Puncak pesta pegiat sastra bertajuk Jogja Literature Festival (Joglitfest) atau Festival Sastra Yogyakarta di DIY resmi dimulai. Rencananya grand opening acara yang baru kali pertama digelar tersebut digelar di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret, Jogja, Jumat (27/9/2019).
Ketua Umum Joglitfest Suharmono Arimba mengatakan event tersebut merupakan ajang kolaborasi dan pertemuan semua stakeholder sastra di DIY. Dalam perhelatan yang mengambil tema Gregah Sastra itu, elemen pegiat sastra di DIY akan saling bersilaturahmi tak hanya dengan sesama pegiat sastra DIY, namun juga luar DIY.
Dia menjelaskan peserta aktif Joglitfest berjumlah 100 orang yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Rinciannya, kata dia, sebanyak 50 peserta berasal dari DIY, dan 50 peserta lainnya berasal dari luar DIY. “Juga ada sembilan orang dari mancanegara,” ucap dia melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Kamis (26/9/2019).
Beberapa nama sastrawan luar DIY yang diundang, antara lain Wayan Jengki Sunarta (Bali), Kiki Sulistyo (Nusa Tenggara Barat), M. Faizi (Madura, Jawa Timur), Kurnia Effendi (Jakarta), Mashuri (Surabaya, Jawa Timur), dan Bonari Nabonenar (Trenggalek, Jawa Timur).
Adapun sastrawan mancanegara dari delapan negara berbeda, masing-masing adalah Shamsyudin Osman (Malaysia), Muhammad Luthfi Iskhak (Malaysia), Mawar Syafii, (Singapura), Mahroso Doloh (Thailand), Zefri Arif (Brunei Darussalam), Daniel Owen (Amerika Serikat), Rustum Kozain (Afrika Selatan), Hal Judge (Australia), dan Elise Moser (Kanada).
Dalam Grand Opening Jolglitfest, sejumlah musisi dan sastrawan bakal tampil. Beberapa sastrawan yang akan tampil di antaranya adalah Aan Mansyur, dan Joko Pinurbo, sedangkan musisi yang akan tampil di antaranya Jogja Hiphop Foundation, Silampukau, Gabriella Fernandez, dan Yogyakarta Simphoni Orkestra. “Secara keseluruhan, puncak acara Joglitfest berlangsung empat hari, yakni mulai 27-30 September,” ucap dia.
Seminar Sastra
Dia menjelaskan Joglitfest telah berlangsung sejak 20 Agustus lalu. Beberapa kegiatan yang teah digelar selama sesi pre festival antara lain Workshop Sastra; Seminar Series & International
Literary Workshop; Temu Penerbit Indonesia; Sastra Bergerak: Pustaka dan Mendongeng Keliling, Ruang Temu: Pentas Sastra Lintas Komunitas; serta Soft Opening yang digelar di Kantor Dinas Kebudayaan DIY pada 2 September silam.
Salah satu acara inti dalam Joglitfest, kata Arimba adalah Seminar Sastra Internasional yang rencananya digelar di Hotel Melia Purosani Yogyakarta, Sabtu (28/9/2019) mulai pukul 08.00 WIB. Dalam seminar itu, sejumlah pembicara akan hadir, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhajjir Efendy; Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah Dr. Tirto Suwondo; Novelis Eka Kurniawan; serta Guru Besar UNY Prof. Suminto A. Sayuti.
“Seminar itu akan membahas isu sastra global-lokal dengan tema utama Yogyakarta dalam Konstelasi Sastra Global-Lokal. Adapun subtema seminar, masing-masing adalah Isu-Isu Glokalitas dalam Sastra; Diaspora Yogyakarta; Kontribusi Sastra Yogyakarta; dan Yogyakarta sebagai Sumber Inspirasi Karya Sastra,” ucap Arimba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Kemenhub dorong Kertajati jadi pusat MRO nasional. Bandara ini diproyeksikan jadi hub penerbangan dan logistik.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
9 WNI relawan Gaza dibebaskan dari Israel. Pemerintah pastikan mereka dalam perjalanan pulang ke Indonesia.
Polres Bantul sita 256 botol miras ilegal dari tiga lokasi. Tiga pelaku diamankan dalam operasi dua hari.
Satgas PASTI hentikan CANTVR dan YUDIA. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu, masyarakat diminta waspada.