Ini Makna Filosofi Wayang Kapi Dalam HUT Kota Jogja 2019

Penampilan peserta Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) yang diselenggarakan di sekitaran Tugu Jogja, Minggu (7/10/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
07 Oktober 2019 02:57 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Gelaran Wayang Jogja Nighct Carnival (WJNC) sebagai puncak perayaan puncak HUT ke-263 Kota Jogja bakal digelar pada Senin (7/10/2019) malam di sekitar Tugu Pal Putih.

Wayang Jogja Night Carnival 2019 menandai puncak perayaan ulang tahun ke-263 Kota Jogja. Karnaval ini digelar di sepanjang Jalan Sudirman, Tugu Jogja hingga di Jalan Margo Utomo. Kali ini, WJNC menyuguhkan Ringgit Wanara Kagungan Dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau yang dikenal Wayang Kapi-Kapi.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Jogja, Yeti Martanti, menjelaskan WJNC diikuti oleh 1.400 peserta dari 14 kecamatan di Kota Jogja. "Peserta mengenakan kostum yang terinspirasi dari wayang, khususnya Wayang Kapi-Kapi. Flashmob merupakan kolaborasi wayang Kraton dengan wayang WJNC, dan melinatkan pelajar SMA dan SMK," ujarnya saat jumpa pers pada Kamis (3/10/2019).

Salah satu tim kreatif WJNC, KPH Notonegoro, menjelaskan Wayang Kapi-Kapi merupakan wayang milik Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang kurang dikenal masyarakat. "Wayang ini unik, lantaran memiliki bentuk perpaduan bagian tubuh hewan yang merepresentasikan kehidupan di dunia," katanya.

Dipilihnya Wayang Kapi-Kapi sebagai upaya melestarikan budaya asli Jogja kepada masyarakat. "Wayang Kapi-Kapi memiliki makna filosofis yang mengajarkan kita harus saling mengayomi meski memiliki pribadi yang berbeda, sangat pas untuk konteks sekarang," ungkapnya.

Dalam WJCN ini akan ditampilkan sebanyak 14 karakter Wayang Kapi-Kapi, diantaranya Wayang Kapi Kingkin, Jaya Harima, Kapi Wraha, Kapi Warjita, Kapi Jaya Anala, Kapi Satabali, Kapi Liman Dhesthi, Kapi Premujabahu, Kapi Sembawa, Kapi Cocak Rawun, Kapi Endrajanu, Kapi Widagsi, Kapi Jaya Arina dan Kapi Trewilun.

Setiap tokoh wayang Kapi-Kapi memiliki bentuk dan karakter tersendiri. Kapi Kingkin digambarkan perpaduan antara kepiting dan kera. Merupakan ciptaan Sang Hyanh Baruna, ia memiliki andil besar dalam menyelamatkan proses pembangunan jembatan menuju Negara Alengka.