GSM Dinilai Sukses Berikan Dampak Positif Perilaku Siswa

Ilustrasi Pendidikan. - Harian Jogja
10 Oktober 2019 18:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Penerapan program gerakan sekolah menyenangkan (GSM) di SMPN 2 Sleman dinilai berhasil memberikan dampak positif. Selain menumbuhkan rasa senang kepada anak-anak untuk belajar di sekolah, namun praktek perundungan dan pemerasan di lingkungan sekolah juga bisa ditekan.

Kepala SMPN 2 Sleman Ahmad Nutriamo, mengatakan penerapan GSM membuat anak anak semangat untuk mengikuti kegiatan yang ada di sekolah. "Adanya penghargaan bikin anak anak lebih semangat. Sekarang punishment tidak ada, perundungan juga hilang, tidak ada lagi kakak kelas nakali adik kelasnya, praktik ngompasi [pemalakan] juga sudah tidak ada, awal dulu satu dua masih ada," ujar Ahmad, Rabu (9/10/2019).

Berdasarkan laporan dari guru Bimbingan dan Konseling (BK) di SMPN 2 Sleman, beberapa bulan terakhir ini tidak ada laporan mengenai kenakalan siswa. "Saya tanya ada problem gak di kelas kepada guru BK, ternyata tidak ada, anak anak juga lebih betah berada di sekolah," ujar dia.

Berawal dari workshop 2018, SMPN 2 Sleman sudah mencoba untuk menerapkan program GSM. "Ini sudah bulan ke-10 ikut kegiatan gerakan sekolah menyenangkan, dari workshop ini setelah kami masuk dan kami bahu membahu untuk menerapkan program GSM dan penataan ekosistem GSM di sekolah," ujar dia.

Sekolah juga menggandeng beberapa pihak dalam pengembangan program GSM di SMPN 2 Sleman termasuk dengan empat pilar yang terdiri dari, orang tua, guru, kepala sekolah, dan komite sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Sri Wantini, mengatakan program GSM merupakan bentuk strategi mewujudkan pendidikan berkualitas di Kabupaten Sleman. "Ini memang saya angkat sebagai proyek perubahan dengan judul Akselerasi GSM Sebagai Strategi Mewujudkan Pendidikan Berkualitas di Kabupaten Sleman," kata dia.

Tak hanya itu, upaya untuk mengintegrasikan GSM dengan kurikulum sekolah juga direspons serius oleh Disdik kabupaten Sleman dengan disusunnya peraturan bupati (perbup). Namun, hingga saat ini perbup memang belum diketok. "Masih dalam proses penyusunan," ujar Sri Wantini.

Sri Wantini menilai GSM cocok untuk diimplementasikan di kurikulum sekolah yang ada di kabupaten Sleman. "Saya melihat, mencermati, merasakan, GSM ini dalam pelaksanaannya bisa mengintegrasikan berbagai kebijakan pendidikan," kata dia.