Pasar Turi Kembali Direvitalisasi

Ilustrasi pasar tradisional - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
13 Oktober 2019 06:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Perdagangan Bantul berencana merevitalisasi kembali Pasar Turi, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul. Anggaran revitalisasi bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Perdagangan dan Perindustrian sebesar Rp3,2 miliar.

Tahun lalu pasar tersebut direhab dengan sumber anggaran yang sama sebesar Rp1,4 miliar. “DAK 2020 memang sasarannya adalah pasar-pasar yang sudah mendapat sentuhan DAK namun belum selesai. Beda dengan tahun ini menyasar pasar yang belum mendapat DAK,” kata Kepala Bidang Pengembangan Pasar, Dinas Perdagangan Bantul, Arum Bidayati, Sabtu (12/10/2019).

Arum mengatakan rencana perbaikan pasar Turi menyasar pada los, karena pembangunan sekitar 40 los tahun lalu baru menyasar setengahnya. Dalam proses rehabilitasi tahun lalu menyatukan tiap tiga los menjadi satu atap.

Pasar dengan luas lahan sekitar 8.050 meter persegi dan luas bangunan pasar sekitar 5.105 meter persegi tersebut, kata Arum, masih perlu banyak sentuhan anggaran. Selain pembangunan los, perlu merehab semua atap los agar tidak terlalu pendek dengan harapan proses transaksi penjual dan pembeli lebih nyaman.

Pasar Turi atau disebut pasar unggas memiliki pedagang dalam los sekitar 461 pedagang. Pasar tersebut juga dilengkapi tempat ibadah, area parkir, MCK, dan kantor, dan ara parkir. Selain pedagang yang menetap, di sekitar pasar Turi juga terdapat lebih dari 100 pedagang di sepanjang jalan menuju pasar.

Menurut Arum, pedagang tersebut merupakan pedagang yang hanya ada setia Pahing atau pasaran dalam bahasan Jawa. Sama seperti di Pasar Bantul ada pasaran Kliwon yang biasanya lebih ramai. Barang yang dijual biasanya juga barang bekas atau dikenal Klitikan, “Mereka pindah-pindah dari satu pasar ke pasar lainnya sesuai pasaran. Jadi kalaupun dibuatkan los tidak mungkin mau,” ujar Arum.

Selain mengandalkan DAK, rehabilitasi Pasar Turi juga menggunakan APBD Bantul. Pihaknya menganggarkan lebih dari Rp100 juta untuk perbaikan saluran air di pasar tersebut. saluran air itu untuk mengurangi volume air yang masuk area pasar ketika hujan lebat lebih dari satu jam.

Sementara itu rehabilitasi Pasar Jejeran dan Pasar Pundong tahun ini sudah mencapai sekitar 50%. Rehabilitasi dua pasar tradisional tersebut menggunakan DAK tahun ini sebesar Rp3 miliar. Sasaran pembangunan di Pasar Pundong adalah penambahan los, sementara di Pasar Jejeran perbaikan los pada bagian lantai dan pembangunan drainase.

Lebih lanjut Arum mengatakan perbaikan pasar tradisional juga tidak hanya mengandalkan DAK, namun juga APBD. Dinas Perdagangan menganggarkan Rp3 miliar untuk perbaikan empat pasar tradisional, yakni Pasar Bantul, Panasan Piyungan, Pasar Imogiri, dan Pasar Dlingo. “Kalau ini sifatnya pemeliharaan rutin seperti perbaikan talang air dan drainase,” kata dia.