Merapi Muntahkan Awan Panas, Pemkab Klaim Wisata di Lereng Selatan Masih Aman

Wisatawan sedang menikmati wisata jip lava tour Merapi, Minggu (26/5/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
15 Oktober 2019 14:37 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pascaletusan dengan tinggi kolom mencapai tiga kilometer, kawasan lereng selatan Merapi diklaim tetap aman, terutama untuk pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih mengatakan selama belum ada peningkatan status Gunung Merapi, maka menurutnya masyarakat, khususnya pelaku wisata dan wisatawan tak perlu gusar.

"Kejadian ini [erupsi Gunung Merapi] sering kali terjadi dan tidak apa-apa. Ada peringatan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi [BPPTKG] soal letusan. Tapi sejauh ini nyatanya belum ada peningkatan status. Meski begitu kami tetap ikuti peringatan BPPTKG," ujar pada Selasa (15/10/2019).

Kendati demikian, kata dia, dinasnya tetap mengingatkan agar para pelaku wisata di sekitaran Merapi tetap waspada. "Kami adakan pelatihan dan meminta agar warga lereng Merapi untuk mengunduh aplikasi Jarak Aku dan Merapi," kata Sudarningsih.

Aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman bertujuan memberikan peringatan pada warga terkait dengan kondisi Gunung Merapi. “Pelaku usaha wisata [di lerang Merapi] seperti jip merapi lava tour, Dinas Pariwisata Sleman menginstruksikan agar mereka juga menggunakan aplikasi Jarak Aku dan Merapi, kata Sudarningsih.

Dia tak menampik pariwisata di lerang Gunung Merapi menjadi andalan Kabupaten Sleman dalam mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Bumi Sembada. Itulah sebabnya, kendati ada peningkatan aktivitas, ia berharap target kunjungan wisata tahun ini tetap bisa tercapai.

Dia menjelaskan sampai dengan September 2019, jumlah kunjungan wisatawan di Sleman sudah mencapai enam juta orang atau mencapai sekitar 60% dari target yang ditetapkan. “Tahun ini target kunjungan wisatawan ke Sleman sebanyak 10 juta orang,” ucap dia.

Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Barat, Dardiri mengatakan sampai saat ini kelompoknya sudah disosialiaasikan soal aplikasi Jarak Aku dan Merapi oleh Pemkab. "Tetapi kendala kami adalah susah sinyal. Akhirnya kami tetap mengandalkan handy talky [HT] untuk berkomunikasi," bebernya pada Selasa.

Seperti diketahui, pada Senin (14/10), Gunung Merapi mengeluarkan awan panas yang membumbung tinggi dengan kolom mencapai 3.000 meter dari puncak Gunung Merapi. Letusan itu terjadi sekitar pada pukul 16.31 WIB.

Awan panas terekam di seismograf BPPTKG dengan durasi sampai 270 detik dan amplitudo sebesar 75 miiimeter. Angin bertiup ke arah barat daya dan membuat beberapa wilayah Magelang dilanda hujan abu.