Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Tas warga binaan yang masih menyangkut di kawat berduri Rutan Kelas II Wates, Kulonprogo,Minggu (27/10/2019) sore./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO--Sebanyak lima warga binaan dari Rumah Tahanan Kelas II B Wates, melarikan diri. Dua di antaranya ditangkap warga di wilayah Dusun Blumbang, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih, Minggu (27/10/2019) sekitar pukul 16.30 WIB.
Penangkapan bermula dari kecurigaan Sutarno, 35, salah seorang warga terhadap gerak-gerik dua orang pria berpenampilan compang-camping. Bajunya sobek, kakinya berlumuran lumpur, tanpa alas kaki dan terdapat luka sayat di bagian tangan.
"Saat saya tanya ngakunya korban kecelakaan, mau pulang ke Dekso [Kalibawang]," kata warga Dusun Suruhan, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih, ini kepada wartawan Minggu sore.
Sutarno lantas meninggalkan dua orang tersebut untuk menanyakan kabar mengenai adanya kecelakaan kepada warga lain. Jawaban mengejutkan justru ia terima. Sejak pagi hingga sore, tidak ada kecelakaan di sekitar desanya. Adanya informasi ihwal kaburnya sejumlah warga binaan dari Rutan Kelas II Wates. "Infonya justru napi kabur, dan lagi dicari petugas di daerah sini, saya langsung kepikiran dua orang tadi dan ngejar mereka," ujarnya.
Dalam pengejaran itu, Sutarno mengajak sejumlah warga. Hingga akhirnya kedua napi itu berhasil dibekuk di sekitar Masjid Blumbang. "Sempat saya tanya-tanya lagi, tetap enggak ngaku, jadi kami amankan dulu, sementara warga lain laporan ke pihak berwajib," katanya.
Diketahui identitas kedua warga tersebut yaitu Taufik Nurrohman, warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dan Pinasthi Bayu Setya Aji, warga Kalikepek, Desa Giripeni, Kecamatan Wates.
Dari informasi yang diperoleh Harianjogja.com dari warga sekitar Rutan Kelas II B Wates, total warga binaan yang kabur sebanyak empat orang. Mereka kabur lewat pagar sisi belakang rutan.
Dua di antaranya yakni Taufik dan Pinasthi, telah ditangkap di Desa Karangsari. Satu orang gagal kabur karena mengalami patah tulang ketika meloncat dari tembok rutan. Sedangkan dua lagi masih dicari. "Itu tasnya masih kecantol di kawat berdua atas dinding," terang seorang warga yang tinggal tepat di belakang rutan tersebut.
Sementara itu Kepala Rutan Kelas II B Wates, Deny Fajariyanto saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Namun pihaknya belum bisa memberi keterangan lebih lanjut karena masih dalam proses pembuatan laporan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.
Polda Jabar bongkar penipuan titik dapur MBG, 13 korban rugi Rp1,9 miliar. Pelaku jual akses palsu program pemerintah.
RD Kongo umumkan skuad Piala Dunia 2026, Yoane Wissa jadi andalan. Simak daftar lengkap pemainnya di sini.