Sukarelawan Bersihkan Selokan Mataram dari Sampah

Sejumlah sukarelawan sedang memunguti sampah di Selokan Mataram wilayah Klebengan, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman pada Minggu (3/11/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
03 November 2019 22:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Saat musim kemarau, Selokan Mataram sempat kering dan dikotori sampah. Mulai masuk musim penghujan, sejumlah sukarelawan gotong royong membersihkan selokan dari sampah, salah satu tujuannya mencegah banjir.

Ketua Umum Malioboro Classical, Seno Classical, mengatakan sukarelawan mulai membersihkan Selokan Mataram sejak siang hari, Minggu (3/11/2019) selama sejam saja. Berbagai kalangan ikut andil menjadi sukarelawan, mulai dari Komunitas Malioboro Classical sampai SAR DIY.

"Kami bersihkan Selokan Mataram ini untuk menghadapi musim penghujan. Selokan dipenuhi sampah plastik, macam-macam menumpuk, makanya kita adakan resik-resik," ungkap Seno pada Minggu (3/11/2019).

Selama sejam, sukarelawan berkonsentrasi membersihkan Selokan Mataram di wilayah Klebengan, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok. Wilayah itu dipilih karena banyak pedagang samping sungai dan terkadang ditemui sampah-sampah yang dibuang ke Selokan Mataram.

Dalam resik-resik Selokan Mataram itu sukarelawan mengajak masyarakat sekitar Selokan Mataram untuk ikut serta menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke selokan.

Ia mengatakan, memasuki musim penghujan, jangan sampai sampah-sampah yang berserakan terbawa aliran sungai dan membuat sungai meluap, kemudian menimbulkan banjir.

Ketua Komisi C DPRD Sleman, Timbul Saptowo yang ikut hadir dalam acara tersebut mengatakan, selain dengan membersihkan sampah-sampah di Selokan Mataram, pemerintah harus juga mengupayakan perbaikan drainase agar tidak menimbulkan banjir. "Memasuki musim penghujan ini, harusnya drainase sudah siap. Dinas terkait harus turun langsung. Titik mana saja yang mesti diperbaiki," ungkapnya pada Minggu.

Belum lagi menurutnya, saat ini, kondisi resapan air di beberapa wilayah Selokan Mataram seperti Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta sudah minim. "Resapan air terus berkurang. Semua harus menyadarinya, dan itu dicari solusinya agar tidak banjir," kata Timbul.