Bantu Ratusan Siswa Miskin, Dana Desa di Sleman Tak Melulu untuk Infrastruktur

Ilustrasi - JIBI/Harian Jogja
03 November 2019 23:47 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Dana desa di Desa Kalitirto, Kecamatan Berbah, Sleman dimanfaatkan tidak melulu untuk infrastruktur, tapi juga salah satunya untuk dunia pendidikan.

Kepala Desa Kalitirto, Berbah, Suparwoto mengatakan, sudah sejak 2017 alokasi dana desa untuk bantuan pendidikan siswa miskin disalurkan. Anggaran disalurkan bagi siswa miskin dari jenjang TK, SD dan SMP.

"Tahun ini ada 224 siswa miskin mendapatkan bantuan pendidikan," ungkap Suparwoto pada Minggu (3/11/2019). Tiap anak mendapatkan bantuan dari dana desa berupa tas, sepatu dan alat tulis.

Ia mengatakan, memang di Desa Kalitirto, alokasi dana desa masih didominasi infrastuktur. Namun, setidaknya pihaknya tidak melupakan alokasi bagi pendidikan sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat.

Tidak hanya bantuan untuk 224 siswa miskin di Desa Kalitirto saja, pihaknya menggandeng swasta dalam memberikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) pada siswa miskin. Dari dana itu, pihaknya kemudian menyalurkan bantuan tambahan sebesar Rp5 juta bagi 10 siswa yang dinilai paling berprestasi.

Suparwoto memgatakan, kegiatan itu rencananya akan terus dilakukan. "Minimal sekali dalam dua tahun, dana desa dialokasikan ke siswa miskin," ujar Suparwoto.

Ia berharap, bantuan itu setidaknya bisa mengurangi beban keluarga miskin dan meminimalisir anak putus sekolah. Setahun saja, di Desa Kalitirto bisa sampai 11 anak di jenjang SMP yang putus sekolah.

Sebenarnya, Pemkab Sleman juga memiliki program penanggulangan kemiskinan dengan salah satu sasarannya siswa miskin. Program tersebut seperti Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang meliputi tiga sasaran, antara lain pada sektor pendidikan, kesehatan dan khusus warga miskin.

Dalam JPS, rincian besaran bantuan yang disalurkan untuk siswa SMA/SMK sebesar Rp3 juta per anak per tahun. Bantuan kesehatan maksimal Rp 5 juta per orang, dan untuk orang tua terlantar mendapat Rp300 ribu per bulan.

Kepala Dinas Sosial Sleman, Eko Suhargono mengatakan, selain melalui JPS, pihaknya memberikan bantuan sosial lain. "Bansos yang diberikan seperti untuk lansia rentan sosial ekonomi, KK non potensial, pelayanan anak asuh panti sosial, jaminan sosial bagi penyandang disabilitas berat, Kelompok Usaha Bersama, pendidikan, kesehatan dan lain-lain," kata Eko.