8 Desa di Bantul Ini Dapat Tambahan Transferan Dana Desa

Ilustrasi - JIBI/Harian Jogja
31 Oktober 2019 22:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak delapan desa di Bantul terpilih sebagai desa terbaik dan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Bentuk Penghargaan tersebut adalah mendapatkan tambahan alokasi dana desa masing-masing desa sebesar Rp144 juta di tahun depan.

Delapan desa tersebut adalah Desa Tirtohargo, Kretek; Mangunan, Dlingo; Sitimulyo, Piyungan; Potorono, Banguntapan; Jatimulyo, Dlingo; dan tiga desa di Kecamatan Bambanglipuro, yakni Desa Sumbermulyo, Sidomulyo, dan Mulyodadi. “Desa-desa ini dianggap sukses dalam mengelola dana desa,” kata Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Desa, Sekretariat Daerah Bantul, Kurniantoro, Kamis (31/10/2019).

Kurniantoro mengatakan penilaian dan penentuan indikasi delapan desa di Bantul terbaik tersebut langsung dilakukan oleh Kemendes PDTT. Pihaknya bahkan tidak tahu menahu, kecuali pemberitahuan para pemenang. Intinya, kata dia, delapan desa tersebut laporan keuangannya dianggap paling baik dalam Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM-SPAN).

Laporan tersebut mencakup capaian hasil pembangunan, realisasi dana desa 2018 dan realisasi dana desa tahap satu dan dua 2019, belanja bidang pembangunan dan pemberdayaan masyaakat lebih dari 50%.

Kepala Desa Sumbermulyo, Ani Widayani mengatakan membenarkan desanya dapat penghargaan yang diumumkan pada September lalu. penghargaan tersebut berupa tambahan alokasi dana desa tahun depan. Ia mengatakan serapan dana desa di Sumbermulyo untuk tahap pertama dan kedua sudah lebih dari 90% dari target fisik maupun realisasi keuangan.

Ani mengaku tahun lalu penggunaan dana desa realisasinya juga sampai 90%. Pihaknya langsung melaksanakan berbagai program yang sudah disusun setelah transfer dana desa diterima. Tahun ini Sumbermuly mendapat transfer dana desa sebesar Rp1,6 miliar yang dicairkan dalam tiga termin, “Alokasi dana desa kami gunakan terbesar untuk pembangunan fisik dan pemberdayaan,” kata Ani.