Hujan Tiba, Petani Gunungkidul Dapat Bantuan Benih Padi

Kepala BPTP, Suharsono secara simbolis menyalurkan bantuan benih kedele ke kelompok tani Sumber Mulyo, Dusun Ngrancahan, Desa Pengok, Kecamatan Patuk. Foto dok. DPP Gunungkidul. - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
06 November 2019 12:37 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Musim hujan pertama telah datang, pemerintah pusat terus menggencarkan penyaluran benih kepada para petani yang tersebar di wilayah Gunungkidul. Hal itu disampaikan oleh Kabid Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Peternakan (DPP) Gunungkidul, Raharjo Yuwono.

Raharjo menuturkan periode hujan pertama ini tidak kurang dari 50.000 ha lahan para petani di Gunungkidul yang siap dilakukan penebaran benih dan masa tanam hingga panen.

"Bantuan benih untuk masa tanam saat ini sebagian dari swadaya dari para petani, selebihnya bantuan dari Pemerintah Pusat," kata Raharjo kepada Harianjogja.com Selasa (5/11/2019).

Ia menjelaskan bantuan dari pemerintah pusat yakni sebanyak 7.100 ha jagung hibrida, 1000 ha padi inbrida, 500 ha padi gogo dan 3384 ha padi hibrida. Sedangkan bantuan puso kekeringan sebanyak 67 ton benih padi.

Salah satu wilayah yang saat ini menerima bantuan swadaya dari pemerintah pusat yakni kelompok tani Sumber Mulyo, Dusun Ngrancahan, Desa Pengok, Kecamatan Patuk, Gunungkidul. Luas lahan diwilayah tersebut sebesar 200 ha yang terdiri dari 100 ha sawah, 50 ha tegal, dan 50 ha pekarangan.

Ia menjelaskan di Poktan Sumber Mulyo sendiri seluas 15 ha untuk tanaman kedelai, yang 10 ha merupakan bantuan sedangkan 5 ha hasil swadaya. Sedangkan tanaman jagung seluas 15 ha, 10 ha bantuan dan 5 ha hasil swadaya.

"Jadi batuan untuk poktan Sumber Mulyo 400 kg benih kedelai varietas Grobogan bantuan dari pemerintah pusat dan 150 kg varitas bio soy dari BPTP [Balai Pengkajian Teknologi Pertanian]," kata dia.

Ia menjelaskan curah hujan wilayah Patuk saat ini 13 mm. Sedangkan menurut perhitungan DPP, untuk musim tanam pertama tahun ini curah hujan harus mencapai 50 mm s/d 100 mm. "Para petani di Patuk saat ini mengandalkan sumber air yang ada di Sungai Oya," ujarnya.

Kepala BPTP, Suharsono menuturkan bantuan benih yang disalurkan itu merupakan benih unggul dari varitas yang telah diujicobakan di Kabupaten Kulonprogo. Menurutnya, untuk mencukseskan pertanian perlu kerjasama antara pemerintah dan para petani.

"Kami mendorong agar produksi para petani berhasil bagus dan bernilai jual tinggi, sehingga perlu kerjasama pemerintah dan petani," kata dia.