Karangan Bunga Bertuliskan 'Jangan Kau Tanggung Dosa Pendahulu Mu' Dikirim ke Bupati Baru Kulonprogo

Jamak Akhir, Satpam Pemkab Kulonprogo, menunjukkan karangan bunga bernada sindiran yang kini telah diamankan di belakang Bangunan Pemkab Kulonprogo, Kecamatan Wates, Kamis (7/11/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
07 November 2019 21:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Puluhan papan karangan bunga berisi ucapan selamat atas dilantiknya, Sutedjo menjadi Bupati Kulonprogo, memadati halaman Pemkab Kulonprogo, Kamis (7/11/2019). Dari sekian karangan bunga itu, tersemat satu karangan bernada sindiran.

Karangan bunga itu bertuliskan : Selamat dan Sukses, Jangan Kau Tanggung Dosa Pendahulumu, Putuskan Mata Rantai Itu. Pada bagian bawah tulisan itu, tertulis pengirim yang mengatasnamakan diri sebagai : Korban Janji Pendahulumu. Foto karangan bunga ini lantas viral dan tersebar di sejumlah grub WhatsApp warga Kulonprogo.

Jamak Akhir, salah satu personel Satuan Pengamanan (Satpam) Pemkab Kulonprogo, mengungkapkan karangan bunga itu sempat terpampang di halaman pemkab, tepatnya di sebelah barat Gedung Kaca. "Saya liatnya pas abis sholat dhuhur, sekitar pukul 12.00 WIB, awalnya biasa aja tapi pas dibaca kok gini kata-katanya, ya langsung saya amankan kemudian laporan ke Bagian Rumah Tangga Pemkab Kulonprogo," kata Jamak kepada awak media, Kamis sore.

Jamak mengaku tidak tahu siapa pengirim karangan bunga itu. Biasanya pihak pengirim selalu melampirkan berkas kwitansi sebagai tanda bukti pengiriman. Namun untuk yang satu ini tidak ada.

Hanya tertempel kertis kecil di bagian bawah papan karangan bunga. Kertas itu berisikan nama toko bunga pembuat karangan tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui toko itu berada di kawasan Kota Wates.

Pemilik Toko Bunga, Fitri saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon membenarkan jika pihaknya yang membuat karangan bunga tersebut. Namun dia menegaskan bahwa karangan bunga itu merupakan pesanan dari seorang pria. Pria yang enggan disebutkan identitasnya itu memesan karangan bunga di tokonya seharga Rp400.000.

"Owlah iya tadi itu ada orang ke sini, pesan bunga untuk dikirim ke pemkab, tapi orang itu gak mau nyebut identitas. Orangnya biasa aja kok, penampilannya ya kaya mas-mas pada umumnya," ujarnya.