Pasty Kini Jadi Tempat Nongkrong Ngehits di Jogja Selatan

Harian Jogja/Lugas Subarkah Salah satu pengisi acara Kampoeng Reggae yang digelar di Pasty Movement Point, Rabu (31/7 - 2019) malam.
11 November 2019 06:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJAPasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty) terus mengembangkan banyak program dan wahana guna meramaikan destinasi wisata di Kota Jogja bagian selatan. Pasty juga menjadi wisata edukasi bagi anak TK hingga SD.

Kepala UPT Pasty, Bakoh Tupon Langkir Hadi, menjelaskan sejak ada tempat nongkrong Pasty Movement Point (PMP) kawasan Jogja selatan cukup berkembang. Komunitas anak muda sudah mengetahui keberadaan PMP yang bisa menjadi tempat nongkrong anak milenial, karena menyediakan berbagai kuliner sehingga banyak kunjungan.

Pihaknya juga menambah wahana permainan skate ball dengan menggandeng sejumlah komunitas skating dari kalangan anak muda, terutama untuk dimintai masukan terkait dengan pembangunannya agar sesuai keinginan anak muda. Ia menargetkan pembangunan wahana ini akan selesai pada November 2019 sehingga bisa langsung dimanfaatkan anak muda. “Komunitas ini setiap hari memantau dan mereka sangat antusias, karena kami beri ruang, kami tampung masukannya,” katanya Jumat (8/11/2019) pekan lalu.

Fasilitas yang juga ditambah yaitu wahana permainan anak di zona satwa. Pihaknya perlu memberikan fasilitas anak-anak karena selama ini banyak kalangan anak TK hingga SD yang secara khusus melakukan kunjungan pembelajaran di Pasty, yang tren kunjungannya terus meningkat. Anak-anak tidak hanya mendapat hiburan di Pasty tetapi juga mendapatkan wawasan tentang hewan dan tumbuhan. Di sisi lain sekolah-sekolah merespons positif keberadaan Pasty yang terbuka dijadikan sebagai tempat pembelajaran lapangan.

“Pasty itu tidak hanya sebagai pasar saja tetapi juga tujuan wisata yang di dalamnya ada unsur edukasi. Untuk kunjungan anak-anak sekolah sangat cocok sehingga kami sangat terbuka, ini sesuai dengan komitmen Pemerintah Kota Jogja sebagai kota pendidikan,” ucapnya. Sekolah yang berkunjung tidak hanya dari Kota Jogja namun juga seluruh wilayah DIY.

Dalam waktu dekat ini pihaknya akan bekerja sama dengan Prodi Biologi FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dengan memberikan ruang mahasiswa praktik di zona hewan maupun tanaman hias. Peluang kerja sama itu dilakukan agar Pasty bisa mendapatkan masukan dari kalangan akademisi dalam membangun pasar tersebut.

Ia berharap Pasty tidak hanya dikenal sebagai pasar dan tujuan wisata di kalangan warga DIY saja, namun juga seluruh Indonesia. Saat ini ada 408 pedagang hewan dan tanaman yang berjualan di Pasty baik sisi timur dan barat, selain itu masih ada 17 pedagang yang berjualan di Pasty Movement Poin (PMP).

Pasty juga bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dalam upaya menangani jual beli hewan langka. Titik berat pada edukasi kepada para pedagang agar tidak memperjualbelikan hewan yang dilindungi.