Musim Libur, Konsumsi Air Bersih Semakin Banyak

Ilustrasi. - Reuters
10 Desember 2019 00:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama libur natal dan tahun baru (Nataru), PDAM Sleman memaksimalkan keberadaan sumur air dalam di tiga titik berbeda. Pasalnya diprediksi kebutuhan air bersih selama Nataru di Sleman naik hingga 10%.

Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sembada Sleman Dwi Nurwata mengatakan kemarau panjang yang melanda Sleman berdampak pada turunnya debit produksi air hingga 15%. Kondisi tersebut bahkan berdampak pada terjadinya gangguan pasokan air bersih untuk beberapa lokasi. Seperti di wilayah Bimomartani,m (Ngemplak), Tambakrejo (Turi) dan Tridadi (Sleman).

"Selama kemarau kami pun melakukan perbaikan jaringan dan menambah debit air 30 liter per detik. Ini juga dilakukan untuk menghadapi musim Nataru," kata Dwi, Senin (9/12/2019).

Penambahan debit air di tiga wilayah tersebut masing-masing 10 liter per detik. Sumber air berasal dari dua titik sumur lama dan satu titik sumur baru. Khusus jaringan air dari sumur lama, PDAM melengkapi dengan prasure filter untuk menjaga kualitas air tetap baik.

Apalagi jumlah pelanggan perusahaan plat merah itu mengalami kenaikan dari 34.000 menjadi 37.000 pelanggan. Bertambahnya jumlah pelanggan ini praktis menyebabkan kebutuhan air yang disalurkan juga bertambah. "Kami menambah jaringan pipa karena jaringan yang ada saat ini sudah tidak memadai. Ini dilakukan agar pasokan air bersih selama Nataru tidak terganggu," katanya.

Dwi mengingatkan agar masyarakat jangan mengisi air pada saat beban puncak terjadi. Yakni antara pukul 16.00-20.00 dan pukul 04.00-08.00 WIB. Dia memperkirakan terjadi lonjakan penggunaan air bersih selama Nataru hingga 10%. "Ketika masuk akhir tahun pemanfaatan air harus dikondisikan. Kalau punya bak segera diisi baknya tapi jangan saat terjadi beban puncak agar tidak terjadi booming," kata Dwi.

Jika terjadi kendala jaringan suplay air di lapangan, pihaknya juga menyiapkan petugas unit reaksi cepat (URC). Dalam kondisi darurat, tim ini akan bergerak selama 24 jam nonstop. "Tugas utama mereka menindaklanjuti laporan jika terjadi gangguan suplai air. Dengan tim URC ini kami berharap suplai air tetap lancar dan tidak terganggu," kata Dwi.