Petani di Kecamatan Ponjong Mulai Panen Raya Padi

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Bambang Wisnu Broto (dua dari kanan) bersama jajaran Forkopimcam Ponjong saat panen raya padi milik Poktan Sido Guyub, Dusun Gedaren, Desa Sumbergiri, Kecamatan Ponjong, Selasa (17/12/2019). - Istimewa/Dokumen DPP Gunungkidul
19 Desember 2019 22:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Selama musim kemarau yang baru saja berakhir sebagian besar tanaman pertanian di Gunungkidul rusak dan gagal panen. Selain itu, hujan yang datang terlambat membuat petani baru bisa memulai masa tanam pertama di periode 2019/2020.

Berbeda dengan petani di Gunungkidul pada umumnya, di awal musim hujan ini petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Sido Guyub, Dusun Gedaren, Desa Sumbergiri, Kecamatan Ponjong, justru menikmati panen raya padi. Panen raya masa tanam ketiga 2019 dimulai Selasa (17/12/2019).

Ketua Poktan Sido Guyub, Lukito, mengungkapkam lahan yang dikelola mencapai 27 hektare dan secara bersamaan memasuki masa panen. Untuk lahan lain berada di Bulak Koripan dan Bulak Gedaren, sehingga total lahan pertanian di Desa Sumbergiri mencapai 70 hektare. "Semuanya bisa panen tiga kali dalam setahun dengan pola tanam padi-padi-padi," ujarnya, Selasa.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengapresiasi hasil panen yang diraih petani di Desa Sumbergiri. Menurutnya, untuk panen di musim kemarau hasilnya sangat melimpah. Hasil panen tersebut di atas rata-rata produksi padi sawah di Gunungkidul bahkan nasional. "Hasil panen jika dihitung sangat mencukupi bahkan surplus jika dibanding dengan kebutuhan beras per penduduk di Desa Sumbergiri," kata Bambang.

Menurut Bambang Wisnu, jumlah warga dan hasil panen padi sangat terpaut jauh. Hal itu membuat surplus bagi para petani, di mana total warga di Desa Sumbergiri sebanyak 5.000 orang. "Konsumsi warga Desa Sumbergiri selama setahun sekitar 415 ton beras, sedangkan hasil beras di Sumbergiri mencapai 1.300 ton," ujarnya.

Bambang Wisnu juga memaparkan program Kementerian Pertanian yang baru di 2020 yaitu hadirnya program Komando Strategi Pertanian atau Kostra Tani yang berpusat di Balai Penyuluhan Pertanian BPP Kecamatan Ponjong. "BPP menjadi pusat gerakan pembangunan pertanian di mana petani, poktan hingga gapoktan akan menjadikan pertanian maju, mandiri dan modern," katanya.