Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Suasana malam pergantian tahun di Malioboro, Rabu (1/1/2019)./Haria Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA - Seorang pengunjung Malioboro harus dilarikan ke rumah sakit setelah terkena kembang api yang ditembakkan terlalu rendah, di depan Pasar Sore, pada perayaan tahun baru, Rabu (1/1/2019) dini hari.
Kejadian bermula tidak lama setelah melewati pukul 00.00 WIB tanda pergantian tahun. Tiupan terompet dan gemuruh kembang api mulai menggema dari sejumlah pengunjung yang membawa sendiri kembang apinya.
Sayangnya salah satu penembak kembang api itu mengarahkan kembang apinya terlalu rendah sehingga meluncur ke samping dan meledak. Menyadari hal ini pengunjung yang berada di depan Pasar Sore pun berhamburan. Namun naas, salah satu pengunjung tidak bisa lolos dari ledakan kembang api itu.
Korban bernama Agung Julianta, pria 44 tahun asal Klaten. Ia ke Malioboro bersama anak dan istrinya. Segera setelah diketahui ia terkena kembang api, Agung pun langsung dilarikan ke pos PMI yang berada tepat di depan GPBI Marga Mulya.
Petugas Pertolongan PMI, Wagimin, menuturkan korban terkena ledakan di bagian kepala sehingga mengakibatkan luka sobek, benjolan dan mengeluarkan darah. "Saat didudukkan dia muntah, karena efek asap kembang api yang bikin mual," ujarnya.
Setelah diberi pertolongan pertama di pos PMI, Agung pun di bawa ke rumah sakit PKU yang berada sekitar 500 meter dari lokasi kejadian untuk mendapat pertolongan lebih lanjut. Adapun pengunjung yang menembakkan petasan itu sempat dikejar tim keamanan, namun belum dikerahui hasilnya.
Perayaan tahun baru di kawasan Malioboro malam itu sangat ramai yabg puncaknya di 0 km. Para pengunjung menggelar alas dan duduk memenuhi jalan dan pedestrian. Malam itu Presiden Joko Widodo yang berkunjung ke Jogja juga sempat menyapa dan mengajak beberapa pengunjung berfoto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.