Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi KTP elektronik./Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Sampai awal Januari ini pengadaan blangko KTP elektronik atau KTP-el dari Pemerintah Pusat belum terlaksana karena penganggaran belum selesai. Penerbitan surat keterangan (suket) sebagai ganti sementara KTP-el terus dilakukan Pemkot Jogja karena keterbatasan blangko.
Sejak Agustus lalu, stok blangko KTP-el di DIY sangat terbatas, yakni sekitar 500 keping per kota atau kabupaten setiap satu bulan. Kabid Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja, Bram Prasetyo, menjelaskan sampai Jumat (3/1/2020) stok blangko sekitar 650 keping.
Karena keterbatasasan jumlah blangko, maka pemberian blangko hanya diprioritaskan untuk dua kategori, yakni pemula dan mendesak. “Mendesak salah satunya untuk mereka yang pergi keluar negeri, kan ada yang minta KTP. Atau berkaitan dengan pelayanan publik yang mau enggak mau harus diterbitkan [KTP-el],” katanya, Jumat lalu.
Disdukcapil Kota Jogja telah menerbitkan 2.850 suket sejak kiriman blangko dari Pusat tersendat. Masa berlaku suket yakni selama enam bulan. Jika masa berlaku telah habis tetapi blangko belum tersedia, warga bisa memperpanjang suket dengan mendatangi kantor kecamatan atau Kantor Disdukcapil untuk diterbitkan suket baru.
Ia memastikan suket bisa digunakan untuk kebutuhan pelayanan publik lantaran telah berkekuatan hukum. “Ada putusan MK [Mahkamah Konstitusi tentang suket sebagai pengganti KPT-el] dulu. Waktu persiapan pemilu yang lalu, dikhawatirkan yang tidak punya KTP-el tidak bisa menggunakan hak pilihnya,” ujarnya.
Pembuatan suket mulai Kamis (2/1/2020) lalu juga telah dipermudah dengan cukup di kecamatan, karena sudah bisa menggunakan tanda tangan digital Kepala Disdukcapil. "Ini telah diatur dalam UU ITE. Untuk mempermudah dan mempercepat layanan," katanya.
Di Kota Jogja warga yang telah mengikuti perekaman data kependudukan sebesar 99,4%, dari total wajib KTP sekitar 314.000 jiwa. Sebenarnya kata dia, jika daerah punya cukup anggaran, bisa saja menerbitkan blangko sendiri. "Satu keping blangko Rp10.500, tapi harus izin dulu dengan Pusat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
KPK menduga pemerasan terhadap WNA masih terjadi di sejumlah Kantor Imigrasi meski OTT terkait kasus tersebut telah dilakukan.
Harga Pertamax Green 95 naik dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter mulai 2 September 2026. Simak daftar harga BBM terbaru.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu 2 September 2026 tersedia sejak pagi hingga sore dengan tarif Rp12.000.
RUU Perampasan Aset ditargetkan disahkan paling lambat Desember 2026. Pengamat Hardjuno Wiwoho meminta pengawasan ketat agar aturan tak disalahgunakan.
Bupati Sidoarjo Subandi memastikan santri yang diduga keracunan MBG telah ditangani. Pemkab akan mengecek SPPG penyedia makanan.