Dilintasi Tol Jogja, Bakal Ada Pelebaran dan Pembebasan Lahan di Kawasan Fly Over Jombor

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/M. Ferri Setiawan
10 Januari 2020 22:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Tol Jogja-Solo akan melintasi kawasan fly Over Jombor di Sleman. Pemerintah menyebut, kemungkinan bakal ada pelebaran lahan di kawasan tersebut.

Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo memastikan keberadaan fly over Jombor tidak akan tergusur keberadaan tol yang akan melintas di kawasan tersebut. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyatakan belum menerima surat terkait perubahan desain tol untuk kawasan Monjali.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Totok Wijayanto menjelaskan saat ini Pemerintah Pusat terus melakukan kajian untuk memfinalkan perubahan desain dari elevated ke at grade di kawasan Monjali. Pada awalnya Monjali hingga fly over Jombor semuanya elevated. Namun dengan adanya usulan agar tol tidak melayang di sumbu imajiner baru-baru ini maka desain diubah total di kawasan tersebut.

"Ini masih dikaji terus karena ada [underpass] Kentungan, [fly over] Jombor, masih direncanakan lagi kemarin hasil pertemuan terakhir belum ada kepastian, tetapi sementara untuk Jombor ya dipertahankan [tidak tergusur] karena bangunan sudah ada," katanya kepada Harianjogja.com, Jumat (9/1/2020).

Hanya saja Totok belum dapat memastikan apakah kawasan Jombor akan dibangun elevated atau at grade. Karena desain titik sebelum dan sesudah melintasi sumbu imajiner (kawasan Monjali) masih dalam revisi kajian yang berbeda dari perencanaan sebelumnya. Namun ia mengatakan kemungkinan akan ada perluasan dan pembebasan lahan di kawasan tersebut.

Totok menjelaskan revisi desain itu dilakukan tidak sekedar mengubah dari melayang menjadi jalan darat, namun banyak yang harus dipertimbangkan terutama keindahan bangunan. Mengingat tol merupakan bangunan untuk jangka panjang sehingga kondisi fisiknya jangan sampai justru membuat kondisi semrawut tata kota. Oleh karena itu tim perencana sedang membuat revisi desain sebaik mungkin.

"Kalau sekadar menghindari sumbu imajiner saja memang mudah tetapi harus memperhatikan estetika, kecantikan bangunan nanti di sekitar itu, jangan sampai jadi malah tambah semrawut. Kalau hanya sekedar menurunkan [at grade] lalu menaikkan [elevated] lagi ya [desain] selesai kemarin tetapi kan tidak hanya itu harus memperhatikan banyak hal termasuk bagaimana karakte Jogja, karena bangunan ini tidak hanya untuk setahun dua tahun saja," jelasnya.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X memastikan perubahan desain yang sebelumnya diusulkan DIY ke Pemerintah Pusat di kawasan simpang empat Monjali belum diterima Pemda DIY. Kawasan itu awalnya dibuat elevated (melayang) seperti sebagian besar perencanaan tol di wilayah DIY, namun Pemda DIY kemudian mengusulkan agar kawasan Monjali dibuat at grade atau jalan darat karena termasuk sumbu imajiner. "Pusat belum resmi kirim surat ke saya," katanya.