Sultan Sebut Izin Penepatan Lokasi Tol Jogja Akan Terbit kalau Tak Ada Penolakan Warga

Sri Sultan Hamengku Buwono X. - Harian Jogja/Desi SUryanto
10 Januari 2020 22:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X memastikan perubahan desain tol Jogja-Solo yang sebelumnya diusulkan DIY ke Pemerintah Pusat di kawasan simpang empat Monjali belum diterima Pemda DIY.

Kawasan itu awalnya dibuat tol elevated (melayang) seperti sebagian besar perencanaan tol di wilayah DIY. Namun Pemda DIY kemudian mengusulkan agar kawasan Monjali dibuat at grade atau jalan darat karena merupakan jalur sumbu imajiner. "Pusat belum resmi kirim surat ke saya," kata Sultan, Jumat (10/1/2020).

Sultan yakin jika sudah ada kepastian pembangunan maka Kementerian PUPR akan mengajukan izin penetapan lokasi (IPL) pembangunan tol Jogja-Solo.
"Dalam arti kalau itu sudah pasti bagi Departemen [Kementerian PUPR], nanti mestinya kirim surat [ke DIY] kepada guberbur untuk mendapatkan izin lokasi," katanya.

Tahap pembangunan tol saat ini memasuki tahap sosialisasi. Proses konsultasi publik ini menjadi syarat untuk mendapatkan IPL dari Gubernur DIY. IPL akan diterbitkan jika berdasarkan hasil sosialisasi tidak ada penolakan dari warga terdampak.

Sultan mengatakan melalui penerbitan IPL tersebut menjadi syarat bagi investor untuk membebaskan lahan terdampak pembangunan. "Dengan lokasi itu disepakati bahwa dimungkinkan investor membebaskan lahan dan sebagainya. Selama itu belum ada kan enggak bisa," ucapnya.