Remaja Sentolo yang Hanyut Sungai Progo Ditemukan Meninggal

Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi jasad Heri Arisunandar, di pinggiran Kali Progo, Dusun Ngabean, Desa Triharjo, Kecamatan Pandak, Bantul, pada Rabu (22/1/2020). - Ist/ dok Basarnas
23 Januari 2020 00:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Heri Arisunandar, 15, warga Dusun Bantar Wetan, Desa Banguncipto, Kapanewon Sentolo, yang hilang terseret arus Kali Progo pada Senin (20/1/2020) ditemukan meninggal.

Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto mengatakan, jasad Heri pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang tengah mencari ikan di pinggiran Kali Progo, Dusun Ngabean, Desa Triharjo, Kecamatan Pandak, Bantul, pada Rabu (22/1/2020) sekitar pukul 06.00 WIB. Temuan itu lantas dilaporkan ke Polsek Pandak serta Tim SAR Gabungan.

"Jasad dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan ke mobil PMI Bantul untuk dilakukan identifikasi termasuk memanggil keluarga korban ke Polsek Pandak guna memastikan bahwa jenazah adalah saudara Heri. Hasilnya memang benar bahwa jasad tersebut adalah Heri, korban hanyut di Sungai Progo dua hari lalu," terang Pipit, Rabu siang.

Setelah dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah Heri, pihak keluarga lantas membawa pulang untuk dilakukan pemakaman.

Diberitakan sebelumnya, seorang remaja bernama Heri Arisunandar, 15, asal Dusun Bantar Wetan, Desa Banguncipto, Kapanewon Sentolo, dilaporkan hanyut saat tengah mencari ikan di Sungai Progo, Senin (20/1/2020) malam. Peristiwa itu bermula saat korban bersama tiga kawannya sedang mencari ikan di Sungai Progo sekitar pukul 22.00 WIB.

Keempat orang yang masih berusia belasan tahun itu mencari ikan di sela-sela bebatuan yang berada di tengah sungai tersebut. Nahas, saat hendak pulang, korban terpeleset hingga jatuh ke aliran sungai.