Pariwisata di Prambanan Diharapkan Bikin Masyarakat Sejahtera

Sejumlah wisatawan menikmati keindahan pemandangan di sekitar Candi Banyunibo, Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sabtu (30/6 - 2018).Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
06 Februari 2020 08:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Potensi pariwisata di wilayah Prambanan diharapkan bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan. Tahun depan potensi wisata di Prambanan diharapkan terus berkembang.

Camat Prambanan Rasyid Ratnadi Sosiawan mengatakan di wilayah Prambanan banyak lokasi pariwisata yang potensial dikembangkan. Mulai wisata candi hingga wisata alam seperti Tebing Breksi. Pengembangan dan optimalisasi sektor-sektor pariwisata ini ke depan diharapkan mampu menanggulangi masalah kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat.

Saat ini, Kecamatan Prambanan melaksanakan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan. Salah satu rencana pembangunan yang diprioritaskan tahun depan adalah optimalisasi lokasi wisata yang ada di Prambanan. "Mau tidak mau, sektor pariwisata di Prambanan perlu terus dioptimalkan. Potensinya pariwisata cukup besar," katanya, Rabu (5/2/2020).

Upaya pengembangan spot-spot wisata yang akan dilakukan, salah satunya bekerjasama dengan pihak terkait baik pemerintah maupun swasta untuk membenahi sarana dan prasarana objek wisata tersebut. Pemerintah sendiri, lanjut Rasyid, juga menyiapkan infrastruktur pendukung untuk mengembangkan wisata di Prambanan.

"Pemerintah akan membangun jalan baru dari Prambanan ke Gunungkidul. Ada juga pembangunan akses jalan dan jembatan yang menghubungkan Prambanan dan Berbah. Pemerintah pusat juga akan membangun jalan tol dengan exit tol di Prambanan," katanya.

Dia berharap, rencana pengembangan potensi wisata yang diimbangi dengan pengembangan infrastruktur di Prambanan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi angka kemiskinan di Sleman.

Kecamatan Prambanan sendiri saat ini memiliki sekitar 12,53% atau 2.315 KK miskin. Sebarannya, Sumberharjo (625 KK), Wukirharjo (185 KK), Gayamharjo (275 KK), Sambirejo (325 KK), Madurejo (530 KK) dan Bokoharjo (375 KK).

"Selain itu, menurutnya ada beberapa program yang akan ditekankan mulai masalah kesehatan, pendidikan dan perbaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)," katanya.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun kembali mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menekan angka kemiskinan di Sleman. Pemkab, katanya, menargetkan dapat menurunkan angka kemiskinan hingga 8% pada tahun 2021. "Kami berharap Musrenbang yang digelar di tiap kecamatan dapat muncul program-program yang akan mendukung penurunan angka kemiskinan," katanya.

Selama ini, lanjutnya, upaya menurunkan angka kemiskinan yang dilakukan Pemkab menunjukkan tren positif. Pada 2018 jumlah KK miskin sebanyak 34.128 (9,48%). Angka tersebut mengalami penurunan pada 2019 menjadi 31.355 KK (8,77%) atau turun 0,71 persen. "Untuk 2021 target penurunan angka kemiskinan mencapai 8 persen," katanya.

Oleh karenanya, dia berharap dalam proses menyusun program pembangunan tahun depan seluruh pimpinan dan aparatur di SKPD serta pemangku kepentingan untuk berpikiran terbuka, memiliki visi ke depan, terintegratif, dan inovatif. "Tujuannya agar pelaksanaan pembangunan di Sleman dapat dilakukan secara lebih terencana, efektif, dan efisien serta memberikan mafaat yang optimal," harapnya.