4 Warga Semanu Gunungkidul Positif Antraks, 47 Orang Masuk Risiko Terpapar
Empat warga Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, positif antraks. Sebanyak 47 orang masuk risiko terpapar dan dipantau selama 60 hari.
Ilustrasi anak telantar/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul berkomitmen untuk mengurangi jumlah anak telantar di Bumi Handayani. Total hingga saat ini masih ada sekitar 3.254 anak dalam kondisi tak terurus.
Sekretaris Dinsos Gunungkidul, Wijang Eka Aswarna, mengatakan anak telantar merupakan masalah yang harus dipecahkan oleh Pemkab. Meski demikian, secara jumlah ia mengklaim dari tahun ke tahun jumlahnya terus menurun.
Berdasar data Dinsos, jumlah anak telantar di 2014 sebanyak 7.838 anak. Berkat komitmen dan sentuhan program dari pemerintah, jumlah ini berhasil dikurangi hingga akhir 2019 tinggal 3.254 anak. “Kami berkomitmen untuk mengatasi berbagai permasalahan sosial, salah satunya penanganan anak telantar,” kata Wijang kepada wartawan, Minggu (9/2/2020).
Dia menjelaskan kategori anak telantar berusia enam tahun hingga 18 tahun yang mengalami perlakuan salah dan ditelantarkan oleh orang tua atau keluarga sehingga anak kehilangan hak asuh. Kasus anak telantar merata di seluruh kecamatan di Gunungkidul. “Di 18 kecamatan ada anak telantar, tapi jumlahnya antara satu kecamatan dengan kecamatan lain berbeda-beda,” katanya.
Untuk penanganan anak telantar terbagi dalam program rehabilitasi dan pemberdayaan. Program rehabilitasi dilakukan dengan memasukkan anak telantar ke panti sosial, sedangkan pemberdayaan merupakan program lanjutan, di mana setiap anak diberikan pelatihan sehingga memiliki keterampilan untuk bekal hidup yang lebih baik. “Dua program ini yang dijalankan. Harapannya jumlah anak telantar di Gunungkidul bisa terus dikurangi,” kata Wijang.
Menurut Wijang, upaya pengurangan potensi anak telantar butuh partisipasi dari masyarakat untuk ikut aktif di lingkungan sekitar. Diharapkan dengan partisipasi ini maka anak tidak terjemurus ke jalan yang salah dalam pergaulan. “Kesadaran dari masyarakat ini penting agar penanganan anak telantar dapat dimaksimalkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat warga Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, positif antraks. Sebanyak 47 orang masuk risiko terpapar dan dipantau selama 60 hari.
Polresta Sleman mengonfirmasi Transhome telah melaporkan kebakaran ke Polsek Berbah. Penyebab dan kerugian masih dalam penyelidikan.
Presiden FIFA Gianni Infantino memuji Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup dan berharap turnamen serupa kembali digelar di kawasan ASEAN.
Apple dikabarkan menyiapkan acara 13 Oktober 2026 untuk memperkenalkan smart home hub, HomePod mini 2, dan Apple TV 4K baru.
Punya dua nomor BPJS Ketenagakerjaan setelah pindah kerja? Simak cara menggabungkan saldo JHT melalui JMO dan layanan BPJS Ketenagakerjaan.
Pajak mineral bukan logam dan batuan Kulonprogo 2026 baru Rp1,16 miliar dari target Rp2,4 miliar. Warga juga menyoroti aktivitas tambang pasir Sungai Progo.