Pemerintah Bakal Hijaukan TPST Piyungan yang Kumuh

Pembuangan sampah di TPST Piyungan, Bantul, Jumat (29/3/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
13 Februari 2020 21:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY berencana menjadikan kawasan TPST Piyungan sebagai tempat penghijauan setelah ditata dengan terasering. Salah satunya dengan menanam di kawasan tersebut.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan saat ini sedang diupayakan agar timbunan sampah di TPST Piyungan bisa dilakukan penanaman setelah ditata dengan terasering. Ia menyadari untuk membuat penghijauan itu bukan perkara mudah karena bekas sampah kemungkinan panas yang membuat tanaman tidak bisa hidup. Sehingga akan segera dipikirkan kemungkinan akan diberikan lapisan tanah subur supaya bisa ditanami. Termasuk melakukan kajian guna menentukan langkah dalam menghijaukan kawasan tersebut.

"Bisa dimanfaatkan untuk penghijauan, kalau sudah diberikan tanaman harapannya tanah bisa pulih kembali, bukan hanya sampah yang mengeluarkan bau, tetapi ditanami kemudian kita cari jenis tanaman apa yang bisa hidup di situ," katanya di Kepatihan, Kamis (13/2/2020).

Pemberian tanaman di lokasi sampah ke depannya ini bisa menjadi salah satu solusi untuk memperindah kawasan tersebut seiring akan diserahkannya pengelolaan TPST Piyungan di lahan yang berbeda kepada investor. Oleh karena itu akan direncanakan uji coba menanam agar bisa dipilih tanaman yang paling cocok dan bisa hidup di atas tumpukan sampah.

"Dengan tanaman, paling bagus, baru kalau tidak bisa dengan tanaman, perlu media lain. Akan dilakukan uji coba tanaman yang bisa hidup di atas sampah walaupun itu bisa kita berikan tanah dahulu," ujarnya.

Untuk membuat terasering, sampah yang ada dibawah kemudian diangkut ke atas untuk ditata sedemikian rupa agar lebih rapi. Melalui terasering nantinya akan menjadi titik-titik yang bisa ditanami tanaman.

"Kalau sekarang kan justru yang [sampah] dibawah dibawa naik untuk dibuat terasering, nanti tersering ini yang kita upayakan bisa berikan tanah segar untuk kemudian ditanami, itu kami upayakan," ujarnya.

Pihaknya berharap ke depan investor pengelola TPST Piyungan bisa memanfaatkan sampah di lahan lama menjadi komoditas. Hal ini akan sangat mengurangi kandungan gas sehingga tidak panas untuk ditanami.

"Kalau kemungkinan pengolah itu bisa menelan sampah yang sudah lama itu menjadi komoditas, itu jadi gas atau apa tentu nanti akan berkurang," ucapnya.

Saat ini kondisi TPST Piyungan sebenarnya sudab habis masa usianya karena sudah kelebihan kapasitas. Keberadaan TPST tidak bisa menjadi solusi mengatasi persoalan sampah sehingga harus dikelola melalui industri.