Jip Merapi Terbalik, Dishub: Banyak Turunan Curam Jadi Jalur Wisata

Kendaraan jip Merapi yang mengalami kecelakaan di Jalan Bebeng-Kaliadem Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Rabu (19/2/2020).-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo\\n
19 Februari 2020 20:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman menyadari potensi bahaya yang ada di dalam wisata jip Merapi. Pasalnya, jip wisata Merapi yang berjumlah kurang lebih 800 unit di bawah payung Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) kebanyakan melewati daerah dengan turunan curam.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Sulton Fathoni menanggapi insiden kecelakaan jip Merapi di Umbulharjo, Cangkringan, Sleman dengan melakukan koordinasi dengan jajaran AJWLM. Menurutnya, pembangunan jalur penyelematan penting adanya.

"Kalau ada rem yang tidak berfungsi dia (pengemudi) bisa melakukan upaya penyelamatan dengan masuk ke jalur tersebut. Kami (Dishub Sleman) juga telah meminta agar pihak AJWLM mencari lahan yang sesuai untuk dibangun jalur penyelamatan," ujar Sulton, Rabu (19/2/2020).

Berdasarkan pantauan di lapangan yang dilakukan oleh Dishub Sleman, idealnya terdapat 3-4 titik jalur penyelamatan di jalur jip Merapi mulai dari Kaliadem sampai dengan pertigaan Umbulharjo menuju ke arah Pakem. "Terutama dari jalur turunan, kalau tanjakan tidak terlalu diperlukan," imbuhnya.

Insiden kecelakaan jip Merapi di Umbulharjo pada Rabu (19/2/2020) merupakan kejadian kecelakaan pertama kali di 2020 ini. Sebelumnya, pada tahun 2019 juga pernah terjadi satu kecelakaan yang disebabkan oleh stir kemudi yang tidak berjalan dengan maksimal. "Satu orang meninggal dunia pada 2019 lalu, kalau sekarang [insiden kecelakaan] faktornya rem," imbuhnya.

Untuk ukuran ideal jalur penyelamatan sendiri, lanjut Sulton, berada di ukuran dengan lebar jalan 3,5 meter. "Tanjakan nanti kita lakukan analisis terlebih dahulu. Karena untuk mengetahui kendaraan bisa berhenti kita harus studi lapangan dulu. Kita tanjakan kendaraannya. Tanjakannya sendiri bisa 15 persen atau lebih," terangnya.

Ia menegaskan, pihak AJWLM yang membawahi komunitas jip di lereng Merapi untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh sebelum beroperasi. Standar operasional prosedur yang sudah dimiliki oleh AJWLM juga diharapkan dapat dijalankan dengan sungguh-sungguh.

"Tidak ada yang lepas dari pengecekan. Untuk rem blong sebenarnya sudah bisa dirasakan sebelumnya, kalau diinjak pedal tidak keras, diharapkan pengemudi jangan memaksakan diri," terangnya.