Cari Korban Hanyut SMPN 1 Turi, Warga Pasang Jaring di Sungai Bedog 7,5 KM dari Lokasi Susur Sungai

nPersonel SAR, PMI dan warga Tridadi, menyisir Sungai Sempor di Bendung Drono, Tridadi, Sleman, Jumat (21/2/2019) malam. - Ist/Johan Enry
22 Februari 2020 01:17 WIB Nugroho Nurcahyo Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pencarian korban siswa SMPN 1 Turi yang hanyut terbawa arus dilakukan hingga Sungai Bedog di Bendung Drono, Tridadi, Sleman, atau berjarak lebih dari 7,5 kilometer dari tempat peristiwa tragedi terjadi. Warga Tridadi bahkan berinisiatif memasang jaring di Bendung Drono.

Sejumlah personel SAR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, PMI dan sukarelawan menyisir Sungai Bedog di sebelum dan setelah tempuran Sungai Sempor dan Sungai Bedog di Dusun Drono, Tridadi Sleman. Jarak Bendung Sempor di Drono dengan tempat peristiwa tragis yang terjadi di Donokerto, Turi, sekitar 7,5 kilometer.

Sekdes Tridadi, Johan Enry Kurniawan mengatakan pencarian juga dibantu oleh warga Tridadi. “Warga tahu sungai itu alirannya menyatu dengan Sungai Bedog. Makanya warga begitu dengar berita ada kejadian hanyut, langsung turut memantau sungai dan ikut mencari. Bahkan warga berinisiatif memasang jaring di Bendung Drono,” kata Johan Enry kepada Harianjogja.com, Jumat (21/2/2020) malam.

Sementara tim dari SAR dan PMI datang ke Bendung Drono sekitar pukul 19.00 WIB dan langsung memasang lampu penerang yang diarahkan ke aliran Sungai Bedog tepat setelah tempuran dengan Sungai Sempor.

Sekitar 20 personel dari SAR dan PMI, kata Enry, masih menyisir hingga Kamis pukul 23.00 WIB, sementara para sukarelawan dan warga sekitar sudah mulai pulang ke rumah masing-masing. "Warga sudah lelah. Sejak sore sudah pasang jaring," kata dia. 

Sebanyak enam siswa SMPN 1 Turi Sleman dipastikan meninggal dunia saat kegiatan susur Sungai Sempor di Donokerto, Turi, Sleman.