Pengusaha Jasa Cleaning Service di DIY Belum Ada yang Punya Ekolabel

Suasana Musda I Apklindo DIY di Graha Persada Kaliurang, Sabtu (22/2/2020). - Istimewa\\n
23 Februari 2020 18:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Para pengusaha penyedia jasa petugas kebersihan (cleaning service) didorong menerapkan skema layanan yang ramah lingkungan (ekolabel). Selain untuk memajukan penyedia jasa, penerapan ekolabel bertujuan meningkatkan kinerja pelaksanaan jasanya lebih baik dan bertanggung jawab secara lingkungan.

Kepala Bidang Standardisasi Produk Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nurmayanti mengatakan jasa cleaning service juga harus mengedepankan aspek ramah lingkungan. Tahun ini, kata dia, dari ribuan jasa petugas kebersihan ada satu jasa yang baru mendapatkan sertifikasi ekolabel.

"Sertifikasi ekolabel ini penting untuk menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan. Tidak hanya bagi pekerja tetapi juga lingkungan di penerima jasa," katanya di sela-sela Musda I Asosiasi Pengusaha Cleaning Service Indonesia (Apklindo) DIY di Graha Persada Kaliurang, Sabtu (22/2/2020)

Ekolabel merupakan label, tanda atau sertifikasi pada suatu produk yang memberikan keterangan kepada konsumen produk atau jasa yang ditawarkan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.

Adapun tujuan ekolabel adalah untuk melindungi lingkungan, mendorong inovasi industri yang ramah lingkungan dan membangun kesadaran masyarakat atau konsumen terhadap produk-produk yang ramah lingkungan.

"Baiknya lagi, jasa cleaning service yang sudah mengantongi ekolabel tentu akan diprioritaskan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Ini sebagai apresiasi karena mereka memiliki kelebihan tertentu," katanya.

Nihil Ekolabel

Ketua Apklindo DIY Salva Yurivan Saragih mengakui hingga kini di DIY belum ada jasa cleaning service yang mengantongi ekolabel. Apklindo, kata dia, akan mendorong setiap pengusaha untuk menerapkan skema ekolabel dalam layanan cleaning service. Pasalnya dengan ekolabel, unit jasa ini bisa lebih mudah diterima penawarannya di sektor pemerintahan.

Diakui Salva, dari sekitar 70 unit jasa cleaning service di DIY, baru ada 30 unit yang bergabung dalam asosiasi. Kondisi ini jelas menyulitkan dari segi pengawasan jika permasalahan terkait cleaning service muncul di lapangan. "Dari 30 unit jasa yang menjadi anggota Apklindo, rata-rata memiliki 500 karyawan. Total ada sekitar 30.000 karyawan. Tapi semua belum menjadi anggota," kata Direktur PT Tata Karya Gemilang itu.

Hingga kini pula, imbuh dia, baru sekitar 40% jasa cleaning service dari 30 unit jasa yang bergabung dalam Apklindo DIY sudah tersertifikasi. “Tahun ini, ada 500 unit jasa akan mengikuti sertifikasi. Upaya itu dilakukan agar kesejahteraan cleaning service juga bisa meningkat,” ucap dia.